Jumat, 15 Mei 2026

Zelensky Sebut Ukraina Hanya Akhiri Perang Jika Ada Dukungan AS

Penulis : Grace El Dora
6 Jan 2025 | 15:23 WIB
BAGIKAN
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Foto: Ludovic Marinryan M. Kelly/ AFP/ Getty Images)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Foto: Ludovic Marinryan M. Kelly/ AFP/ Getty Images)

NEW YORK, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina hanya terjamin untuk mengakhiri perang jika ada dukungan dari Amerika Serikat (AS). Pada Minggu (5/1/2025) ia mengatakan, jaminan keamanan bagi Ukraina untuk mengakhiri perang Rusia hanya akan efektif jika AS menyediakannya.

Zelensky juga berharap dapat bertemu dengan presiden terpilih AS Donald Trump segera setelah pelantikannya pada 20 Januari 2025.

Dalam wawancara dengan podcaster AS Lex Fridman, Zelensky memuji presiden AS yang baru itu. Sebelumnya Trump yang telah berjanji untuk segera mengakhiri perang tanpa menjelaskan caranya, dengan mengatakan Ukraina mengandalkannya untuk memaksa Rusia menyetujui perdamaian abadi.

ADVERTISEMENT

Hampir tiga tahun setelah serangan Rusia, terpilihnya Trump telah memicu harapan akan resolusi diplomatik untuk menghentikan perang. Tetapi ada juga kekhawatiran di Ukraina, perdamaian yang cepat dapat menimbulkan harga yang mahal.

Zelensky melakukan wawancara tiga jam yang dipublikasikan di platform YouTube, di mana ia menyerukan keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bagi Ukraina. Pemimpin itu juga menekankan keyakinannya bahwa gencatan senjata tanpa jaminan keamanan bagi Ukraina hanya akan memberi Rusia waktu untuk mempersenjatai diri kembali untuk serangan baru.

Pemimpin Ukraina itu mengatakan pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump memiliki peran penting untuk dimainkan dalam memberikan jaminan keamanan. Zelensky juga menegaskan, dirinya dan presiden terpilih AS sepakat tentang perlunya pendekatan "perdamaian melalui kekuatan" untuk mengakhiri konflik.

"Tanpa Amerika Serikat, jaminan keamanan tidak mungkin terjadi. Maksud saya jaminan keamanan ini dapat mencegah agresi Rusia,” ucapnya.

Presiden Ukraina itu juga mengatakan ia perlu duduk bersama Trump untuk menentukan tindakan guna menghentikan Rusia. Selain itu, ia menilai pemerintah Eropa juga perlu memberikan suara dalam proses tersebut sebelum Ukraina dapat duduk bersama untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Rusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia