Jumat, 15 Mei 2026

Bertambah Bayi di Gaza Meninggal Akibat Kedinginan

Penulis : Grace El Dora
6 Jan 2025 | 23:55 WIB
BAGIKAN
Lebih dari 4.000 kasus amputasi serta 2.000 cedera otak dan tulang belakang telah tercatat di Gaza sejak awal serangan Israel pada 7 Oktober 2023. Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Mohammad Abu Salmiya, dalam konferensi yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional di Kompleks Medis Nasser, Gaza Selatan, menyatakan mayoritas korban yang kehilangan anggota tubuh adalah anak-anak. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Lebih dari 4.000 kasus amputasi serta 2.000 cedera otak dan tulang belakang telah tercatat di Gaza sejak awal serangan Israel pada 7 Oktober 2023. Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Mohammad Abu Salmiya, dalam konferensi yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional di Kompleks Medis Nasser, Gaza Selatan, menyatakan mayoritas korban yang kehilangan anggota tubuh adalah anak-anak. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

GAZA CITY, investor.id – Kembali terjadi kejadian yang menimpa seorang bayi di Gaza yang baru lahir. Bayi keturunan Palestina ini meninggal karena kedinginan di Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan pada Senin (6/1/2025).

Jumlah korban jiwa akibat cuaca dingin di wilayah kantong Palestina yang menjadi target serangan Israel itu kini menjadi delapan orang.

Menurut pernyataan kementerian itu yang dikutip kantor berita Turki Anadolu, sang bayi yang bernama Yousef Ahmad Kalloub itu masih berusia 35 hari.

ADVERTISEMENT

Adapun korban Gaza terus bertambah, warganya menderita akibat perang brutal Israel sejak 7 Oktober 2023. Saat itu, ketika kelompok perlawanan Palestina yaitu Hamas melancarkan serangan lintas batas ke wilayah Israel.

Serangan-serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 45.800 warga Palestina, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 109.000 lainnya. Israel juga memblokade Gaza sehingga penduduknya terancam kelaparan.

Gelombang dingin dan hujan lebat kian memperburuk kondisi di wilayah itu. Kini, penduduknya bertahan hidup di tenda-tenda usang di pengungsian.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas serangan-serangan brutal yang mereka lancarkan ke wilayah tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia