Jumat, 15 Mei 2026

Trump Picu Kontroversi dengan Usulkan Kanada Jadi Negara Bagian AS

Penulis : Grace El Dora
7 Jan 2025 | 13:32 WIB
BAGIKAN
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengusulkan Kanada menjadi salah satu negara bagian AS. (Foto: ANTARA/ Anadolu/ py)
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengusulkan Kanada menjadi salah satu negara bagian AS. (Foto: ANTARA/ Anadolu/ py)

HAMILTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengusulkan Kanada menjadi salah satu negara bagian AS. Hal ini diungkapkannya setelah Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya.

Trump berpendapat penggabungan AS dengan Kanada akan menghilangkan hambatan perdagangan dan mengurangi pajak bagi warga Kanada.

"Jika Kanada bergabung dengan AS, tidak akan ada tarif, pajak akan turun drastis, dan mereka akan BENAR-BENAR AMAN dari ancaman kapal-kapal Rusia dan China yang terus-menerus mengepung mereka," unggah Trump seperti dikutip Anadolu, Selasa (7/1/2025).

ADVERTISEMENT

"Banyak warga SENANG Kanada menjadi Negara Bagian ke-51," sambungnya dalam tulisan di akun Truth Social miliknya. Trump juga mengatakan AS tidak perlu lagi menanggung defisit perdagangan dan subsidi besar-besaran yang dibutuhkan Kanada untuk tetap bertahan.

Menurutnya, Trudeau mengetahui hal tersebut sehingga mengundurkan diri.

Presiden terpilih AS itu selanjutnya menggambarkan visinya tentang potensi penggabungan Kanada ke AS. "Betapa Negara ini akan menjadi hebat!!!" serunya.

Sejak kemenangan Trump dalam Pilpres AS pada November 2024, ia kerap menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51".

Sebelumnya, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 25% terhadap Kanada, kecuali negara itu mengambil langkah-langkah untuk secara signifikan mengurangi penyelundupan narkoba dan imigran ilegal yang menyeberang ke AS.

Trudeau mengumumkan pengunduran diri pada Senin (6/1/2025) di tengah berkembangnya rasa tidak puas terhadap partainya dan rendahnya tingkat persetujuan publik.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran mengenai kemampuan Trudeau untuk memenangkan pemilu berikutnya melawan oposisi Partai Konservatif yang sedang melonjak.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia