Jumat, 15 Mei 2026

Justin Trudeau Bantah Ada Peluang AS Caplok Kanada

Penulis : Grace El Dora
8 Jan 2025 | 16:34 WIB
BAGIKAN
Tangkapan layar dari sebuah video memperlihatkan Justin Trudeau berbicara kepada media di Ottawa, Kanada pada 6 Januari 2025. Trudeau membantah ada peluang Amerika Serikat (AS) mencaplok Kanada. (Foto: ANTARA/Xinhua/Mick Gzowski)
Tangkapan layar dari sebuah video memperlihatkan Justin Trudeau berbicara kepada media di Ottawa, Kanada pada 6 Januari 2025. Trudeau membantah ada peluang Amerika Serikat (AS) mencaplok Kanada. (Foto: ANTARA/Xinhua/Mick Gzowski)

HAMILTON, investor.id – Perdana Menteri (PM) Kanada yang akan lengser, Justin Trudeau, membantah ada peluang Amerika Serikat (AS) mencaplok Kanada. Pada Selasa (7/1/2025) ia terang-terangan menolak usulan kontroversial presiden terpilih AS Donald Trump agar Kanada bergabung dengan AS.

"Tidak ada peluang sekecil apa pun bagi Kanada untuk menjadi bagian dari Amerika Serikat. Pekerja dan masyarakat kedua negara kita mendapatkan keuntungan karena menjadi mitra dagang dan keamanan terbesar satu sama lain," tulis Trudeu di platform media sosial X, seperti dikutip pada Rabu (8/1/2025).

Justin Trudeau menanggapi hal ini setelah Donald Trump memicu kontroversi pencaplokan. Trump mengusulkan penggabungan kedua negara, hanya beberapa jam setelah PM Kanada itu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Liberal dan dari jabatan perdana menteri.

ADVERTISEMENT

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Melanie Joly menggambarkan komentar Trump sebagai "kurangnya pemahaman" tentang kekuatan dan identitas Kanada.

"Komentar Presiden terpilih Trump menunjukkan kurangnya pemahaman tentang apa yang membuat Kanada menjadi negara yang kuat," unggah Joly di X. Ia meyakinkan warga Kanada tentang ketahanan negaranya.

"Ekonomi kita kuat. Rakyat kita kuat. Kita tidak akan pernah menyerah dalam menghadapi ancaman," lanjut Menlu itu.

Adapun sejak kemenangannya dalam Pemilu AS pada November 2024, Trump sudah menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51".

Presiden terpilih AS itu juga sempat mengancam akan mengenakan tarif terhadap barang impor dari Kanada sebesar 25%, kecuali pemerintah Kanada mengambil langkah-langkah untuk secara signifikan mengurangi narkoba dan imigran ilegal yang menyeberang ke AS.

Trump juga mengancam Meksiko dengan tarif tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia