Jumat, 15 Mei 2026

Israel Dikabarkan Mau Tarik Pasukan dari Gaza, Usai “Dipaksa” Trump

Penulis : Prisma Ardianto
12 Jan 2025 | 22:48 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita meneriakkan slogan-slogan dalam aksi protes menentang pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menyerukan pembebasan sandera yang ditahan di Jalur Gaza oleh kelompok militan Hamas, di Tel Aviv, Israel, pada Sabtu (16/11/2024). (AP Photo/Francisco Seco)
Seorang wanita meneriakkan slogan-slogan dalam aksi protes menentang pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menyerukan pembebasan sandera yang ditahan di Jalur Gaza oleh kelompok militan Hamas, di Tel Aviv, Israel, pada Sabtu (16/11/2024). (AP Photo/Francisco Seco)

YERUSALEM, investor.id – Israel dikabarkan akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza. Kabar ini mencuat usai Israel mendapat tekanan dari Donald Trump yang akan menjabat sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025 mendatang.

Kabar tersebut diungkapkan Harian Israel Haaretz, yang melaporkan perkembangan positif mengenai konflik di Jalur Gaza. Harian tersebut bahkan menyebut ada alasan untuk tetap optimis atas beberapa bulan kesepakatan pertukaran sandera antara Israel dan Hamas.

Peringatan dari Trump adalah pemicunya. Trump disebut memaksa Hamas dan Israel untuk melaksanakan kesepakatan pertukaran sandera. Ini adalah upaya lebih lanjut untuk mengakhiri pertempuran jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Sementara Kantor Berita Antara mengabarkan bahwa Israel dikabarkan setuju dengan rencana penarikan pasukan dari Jalur Gaza setelah negosiasi pertukaran tahanan dengan Hamas mencapai kemajuan.

Militer Israel telah menyetujui sejumlah rencana untuk segera menarik pasukan dari Jalur Gaza, sebagai respons atas kemajuan dalam negosiasi tersebut. Israel telah mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk penarikan pasukan melalui Koridor Netzarim, yang membagi Jalur Gaza menjadi dua bagian.

Militer Israel menyatakan kesiapan mereka untuk “mengevakuasi” pasukan. Mereka juga mengaku siap melaksanakan kesepakatan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, termasuk penarikan segera pasukan dari Jalur Gaza.

Sebelumnya, delegasi Israel dikabarkan akan melakukan perjalanan ke Qatar untuk melanjutkan negosiasi. Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu juga dilaporkan telah bertemu dengan Steve Witkoff, utusan khusus presiden AS terpilih Donald Trump.

Di sisi lain, harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa 90% perjanjian Israel-Hamas tentang pertukaran tahanan telah disepakati.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia