Jumat, 15 Mei 2026

Kebakaran Los Angeles Makan Korban 24 Jiwa, Tim Penyelamat Masih Waspada

Penulis : Grace El Dora
13 Jan 2025 | 15:47 WIB
BAGIKAN
Sebuah mobil melaju melewati rumah-rumah dan kendaraan yang hancur akibat Kebakaran Palisades di Pacific Palisades Bowl Mobile Estates pada Minggu (12/1/2025) di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (Foto: AP/Noah Berger)
Sebuah mobil melaju melewati rumah-rumah dan kendaraan yang hancur akibat Kebakaran Palisades di Pacific Palisades Bowl Mobile Estates pada Minggu (12/1/2025) di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (Foto: AP/Noah Berger)

LOS ANGELES, investor.id – Kebakaran Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) telah memakan korban hingga 24 jiwa. Di awal pekan ini, tim penyelamat masih waspada karena ada kemungkinan cuaca memburuk dan angin kencang kembali terjadi.

Setelah menghabiskan akhir pekan untuk menghentikan ledakan kebakaran yang menghancurkan ribuan rumah, petugas pemadam kebakaran mendapat sedikit waktu istirahat dengan cuaca yang lebih tenang. Tetapi pihaknya tetap waspada terhadap ramalan cuaca akan datangnya angin kencang lagi.

Jika itu terjadi, rumah-rumah dan lembah yang sudah terbakar dapat berkobar lagi. Angin kencang akan kembali mengirimkan bara api ke wilayah yang belum terbakar ke arah angin. Kebakaran baru dapat menambah kerumitan.

ADVERTISEMENT

Jumlah korban tewas melonjak pada Minggu (12/1/2025) malam dengan pembaruan dari pemeriksa medis Kabupaten Los Angeles. Sedikitnya 16 orang hilang, jumlah yang menurut pihak berwenang juga kemungkinan menambah jumlah korban.

Namun, cuaca yang relatif tenang pada Minggu memungkinkan beberapa orang untuk kembali ke daerah yang sebelumnya dievakuasi. Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan bendera merah untuk kondisi kebakaran parah hingga Rabu (15/1/2025), dengan angin kencang berkecepatan 50 mph (80 kilometer per jam/ kpj) dan hembusan angin kencang di pegunungan mencapai 70 mph (113 kpj).

Hari paling berbahaya diperkirakan terjadi besok, Selasa (14/1/2025), menurut peringatan dari analis perilaku kebakaran Dennis Burns pada pertemuan masyarakat pada Minggu (12/1/2025) malam.

"Ini akan pasang surut selama beberapa hari ke depan. Besok malam, ini akan benar-benar meningkat," tegasnya.

Penemuan menyebutkan kebakaran baru disebabkan oleh bara api yang berhembus. Kebakaran baru tersebut dapat terjadi sejauh 2 mil (3,2 kilometer) atau lebih ke arah angin dari area yang telah terbakar, kata Burns.

Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Los Angeles Anthony C. Marrone mengatakan 70 truk air tambahan telah tiba untuk membantu petugas pemadam kebakaran menangkis api yang menyebar akibat hembusan angin kencang.

"Kami siap menghadapi angin kencang yang akan datang," ujar Marrone.

Petugas mengatakan bahan tahan api yang dijatuhkan oleh pesawat akan bertindak sebagai penghalang di sepanjang lereng bukit.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia