Tentara Korut yang Ditangkap Ingin Tetap Tinggal di Ukraina
SEOUL, investor.id – Pemerintah Ukraina telah merilis video langka dari dua tentara Korea Utara (Korut) yang ditangkap dan sedang diinterogasi. Salah satu dari mereka mengatakan dirinya ingin tetap tinggal di Ukraina, ketika ditanya apakah ia ingin pulang.
Tentara yang tangannya diperban itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam rekaman berdurasi hampir tiga menit yang dirilis oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky lewat platform X pada Minggu (12/1/2025). Video ini dirilis sehari setelah ia mengumumkan penangkapan kedua warga Korut tersebut di wilayah Kursk, Rusia bagian barat.
Selama interogasi, tentara tersebut bertanya dalam bahasa Korea apakah semua orang Ukraina adalah orang baik. Seorang penerjemah menjawab, Ukraina adalah tempat yang baik untuk ditinggali.
"Saya ingin tinggal di sini," ucap tentara tersebut, yang sedang berbaring di tempat tidur, setelah jeda singkat seperti dikutip kantor berita Yonhap, Senin (13/1/2025).
Prajurit itu mengatakan dia akan pulang jika diminta, tetapi mengangguk ketika ditanya apakah dia akan tinggal di Ukraina jika diminta.
Prajurit itu juga menyatakan dirinya tidak tahu dirinya dikerahkan untuk berperang melawan Ukraina, menoleh ke kiri dan kanan ketika ditanya apakah dia tahu dirinya sedang berperang melawan Ukraina.
Ketika ditanya apa yang dikatakan komandannya, dia menjawab. "(Mereka) mengatakan kami akan berlatih seperti pertempuran sebenarnya," ungkap tentara itu dalam video. Dia mengatakan, dirinya telah berada di garis depan sejak 3 Januari 2025 dan bersembunyi di galian.
"Setelah melihat rekan-rekan saya tewas, saya bersembunyi di galian, dan saya terluka pada 5 Januari," kata prajurit itu. Tahanan kedua memiliki perban di rahangnya dan tampaknya tidak dapat berbicara dengan baik.
Ketika ditanya oleh penerjemah apakah dia ingin kembali ke Korut, prajurit itu awalnya tidak responsif. Tetapi ketika penerjemah bertanya lagi, menggunakan "Joson" yang adalah istilah Korut untuk nama negara itu, prajurit itu mengangguk. Tentara itu juga tampaknya menunjukkan orang tuanya tidak tahu di mana dia berada ketika ditanya.
Dalam unggahannya di X, Zelensky mengatakan pemerintah Ukraina siap menyerahkan tentara Korut yang ditangkap sebagai ganti tawanan Ukraina di Rusia. Ia juga mengatakan, mungkin ada pilihan lain bagi tentara Korut yang ditangkap dan tidak ingin kembali.
Dinas keamanan Ukraina pada Sabtu (11/1/2025) mengatakan tentara dengan rahang yang terluka itu lahir pada 1999, sementara yang lainnya lahir pada 2005.
Dikatakan, interogasi terhadap kedua tentara itu dilakukan melalui seorang penerjemah Korea bekerja sama dengan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan karena mereka tidak berbicara bahasa Ukraina, Rusia, ataupun Inggris.
Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menuduh Korut mengirim lebih dari 10.000 tentara ke Rusia untuk mendukung perang Rusia dengan Ukraina. NIS memberi tahu anggota parlemen bulan lalu, sedikitnya 100 tentara Korut telah tewas, dengan sekitar 1.000 lainnya terluka.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






