Jumlah Korban Luka-luka Kecelakaan Trem Prancis Jadi 68 Orang
Kantor kejaksaan umum mengatakan penyelidikan terhadap "cedera yang tidak disengaja" telah dibuka. Hal ini dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan dan mengidentifikasi tanggung jawab pidana.
Jaksa mengatakan tabrakan itu tidak disengaja.
"Penyelidikan awal telah mengesampingkan hipotesis tindakan yang disengaja," ucap penjabat jaksa penuntut umum Alexandre Chevrier.
Kedua pengemudi tidak terluka tetapi "sangat terkejut", kata direktur perusahaan transportasi Strasbourg (CTS) Emmanuel Auneau yang dilaporkan AFP. Lalu lintas trem di stasiun kereta api telah ditangguhkan selama beberapa hari, kata perusahaan itu.
Julien Joly, ahli transportasi dan mobilitas di firma konsultan Wavestone, mengatakan tabrakan antara trem jarang terjadi.
"Kecelakaan itu terjadi di tempat terburuk di jaringan, di sebuah terowongan dan di daerah yang sangat padat," tambahnya.
Namun Joly juga mengatakan para penumpang yakin trem tetap menjadi "moda transportasi yang aman".
Strasbourg adalah kota besar Prancis pertama yang kembali menyediakan trem pada 1994, setelah layanan tersebut ditutup pada 1960. Kota tersebut mengalami kecelakaan serupa pada 1998 ketika sebuah trem bertabrakan dengan trem lain di terowongan yang sama, mengakibatkan 17 orang terluka.
Terletak di wilayah bersejarah Alsace yang berbatasan dengan Jerman dan Swiss, kota ini merupakan kantor pusat resmi Parlemen Eropa.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

