Jumat, 15 Mei 2026

Para CEO Teknologi Akan Hadiri Pelantikan Trump

Penulis : Happy Amanda Amalia
13 Jan 2025 | 21:59 WIB
BAGIKAN
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: AP)
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: AP)

WASHINGTON, investor.id – Sejumlah pemimpin teknologi terkemuka dijadwalkan menghadiri pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 20  Januari 2025. Ini merupakan sinyal terbaru bahwa industri tersebut sedang berusaha meningkatkan hubungannya dengan Trump, yang kembali memasuki Gedung Putih.

Semisal, juru bicara OpenAI yang mengatakan bahwa Chief Executive Officer (CEO) Sam Altman berencana menghadiri upacara pelantikan pada 20 Januari mendatang. Selain itu, CEO Meta Platforms Inc. Mark Zuckerberg juga berencana menghadiri acara tersebut,

Selain Altman, Presiden OpenAI Greg Brockman dan Chief Product Officer Kevin Weil juga berencana hadir dalam pelantikan presiden dan wakil presiden AS.

CEO Uber Technologies Inc. Dara Khosrowshahi juga diagendakan menghadiri beberapa perayaan di sekitarnya. Bahkan Uber berencana mengadakan pesta peresmian di Washington dengan perusahaan media sosial X milik Elon Musk dan The Free Press.

ADVERTISEMENT

“Coinbase Global Inc. CEO Brian Armstrong telah diundang ke berbagai acara di sekitar peresmian termasuk makan malam kepresidenan,” ujar pernyataan perusahaan yang dilansir Bloomberg.

Dalam beberapa minggu terakhir, Meta dan Amazon berjanji menyumbangkan US$ 1 juta untuk dana pelantikan Trump. Zuckerberg dan Bezos juga dilaporkan makan malam bersama Trump di Mar-a-Lago.

Bahkan Zuckerberg telah mengubah aplikasi jejaring sosialnya menjadi lebih ramah terhadap Trump, termasuk menghilangkan pengecekan fakta dari luar dan melonggarkan peraturan seputar apa yang dapat dikomentari orang di layanan ini.

Sementara itu, Altman secara pribadi menyumbangkan US$ 1 juta untuk dana pelantikan Trump setelah sebelumnya menyumbangkan dana dalam kampanye pemilihan kembali Presiden Joe Biden pada 2024.

“Saya pikir kecerdasan umum buatan (Artificial General Intelligence/AGI) mungkin akan dikembangkan selama masa jabatan presiden ini, dan mendapatkannya dengan benar tampaknya sangat penting. Mendukung pelantikan, saya pikir itu adalah hal kecil. Saya juga tidak menganggapnya sebagai keputusan besar. Namun, saya rasa kita semua harus mendoakan kesuksesan presiden,” ungkap Altman kepada Bloomberg Businessweek.

Di sisi lain, prospek masa jabatan kedua Trump telah menimbulkan ketidakpastian baru bagi pasar AI yang berkembang pesat dan industri teknologi yang lebih luas. Pasalnya, selama masa jabatan pertamanya, Trump sempat berselisih dengan Silicon Valley dalam isu-isu seperti imigrasi dan moderasi konten online.

Namun partai Trump berjanji membatalkan perintah eksekutif Biden tentang AI, dengan mengatakan bahwa perintah tersebut “memaksakan ide-ide Radikal Kiri” di lapangan.

Seiring kemenangan Trump, Musk juga digadang-gadang bakal memengaruhi Washington. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Musk dapat menerapkan kebijakan yang menguntungkan perusahaan-perusahaannya sendiri, termasuk perusahaan rintisan kecerdasan buatannya, xAI. Sedangkan Altman, yang perusahaannya sedang dalam pertarungan hukum dengan Musk, mengatakan baru-baru ini bahwa ia tidak berpikir miliarder tersebut akan menggunakan kekuatan politiknya untuk melawan saingannya, seperti OpenAI.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia