Jumat, 15 Mei 2026

Peringatan Tsunami Jepang Dicabut Usai Gempa Magnitudo 6,6

Penulis : Grace El Dora
14 Jan 2025 | 23:11 WIB
BAGIKAN
Petugas membersihkan pecahan dan pecahan kaca yang disebabkan oleh gempa bumi di Stasiun Bandara JR Miyazaki, di Miyazaki, Jepang barat daya pada Senin (13/1/2025). (Foto: Kyodo News via AP)
Petugas membersihkan pecahan dan pecahan kaca yang disebabkan oleh gempa bumi di Stasiun Bandara JR Miyazaki, di Miyazaki, Jepang barat daya pada Senin (13/1/2025). (Foto: Kyodo News via AP)

TOKYO, investor.id – Peringatan tsunami Jepang dicabut usai gempa berkekuatan Magnitudo 6,6. Sebelumnya, peringatan dikeluarkan untuk sebagian wilayah Jepang barat daya pada Senin (13/1/2025). Otoritas setempat melaporkan sejumlah kerusakan kecil, namun kemudian wilayah pesisir dinyatakan kembali aman.

Badan Meteorologi Jepang awalnya memperkirakan kekuatan gempa sebesar Magnitudo 6,9, tetapi kemudian merevisinya menjadi Magnitudo 6,6.

Seorang pria mengalami luka ringan di Kyushu setelah jatuh dari tangga, menurut laporan NHK TV pada Selasa (14/1/2025). Tanah longsor kecil menghalangi jalan dan beberapa pipa air bawah tanah pecah.

ADVERTISEMENT

NHK mengatakan, tsunami yang diperkirakan setinggi 1 meter (m) mencapai daratan dalam waktu 30 menit setelah gempa. Air yang terdeteksi di Pelabuhan Miyazaki terukur setinggi 20 sentimeter (cm), kata laporan tersebut.

Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk Prefektur Miyazaki yaitu pusat gempa, di pulau barat daya Kyushu serta prefektur Kochi di dekat pulau Shikoku. Adapun gempa terjadi pada Senin pukul 9:19 malam, kata JMA.

Pejabat badan tersebut Shigeki Aoki mengatakan gempa susulan mungkin terjadi, terutama dalam dua atau tiga hari ke depan.

Adapun gempa berpusat pada kedalaman 36 kilometer (km), kata JMA, mengguncang wilayah yang luas di Kyushu. Rekaman NHK menunjukkan lalu lintas yang bergerak dan jalan-jalan yang terang, yang berarti tenaga listrik masih berfungsi. Tidak ada masalah yang terdeteksi di pembangkit nuklir di daerah tersebut.

Jepang sering dilanda gempa bumi karena lokasinya di sepanjang "Cincin Api," busur gunung berapi dan garis patahan di Cekungan Pasifik.

Para ahli di badan meteorologi bertemu pada Senin malam untuk mengukur bagaimana gempa terbaru tersebut mungkin terkait dengan apa yang disebut gempa Palung Nankai. Hasil pertemuan itu memutuskan pihaknya tidak mengambil tindakan besar untuk saat ini. Istilah tersebut merujuk pada wilayah luas yang diyakini rawan gempa besar berkala.

Pada 1946 gempa Palung Nankai di lepas pantai Shikoku menewaskan lebih dari 1.300 orang. Daerah tersebut dilanda gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 pada Agustus 2024.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia