BoK Pertahankan Suku Bunga dalam Langkah yang Mengejutkan Pasar Korsel
SEOUL, investor.id – Bank sentral Korea Selatan (BoK) pada Kamis (16/1/2025) mempertahankan suku bunga acuannya pada 3% dalam langkah yang mengejutkan pasar Korea Selatan (Korsel). Bank sentral negara tersebut memilih untuk menilai perubahan dalam kondisi ekonomi domestik dan eksternal, setelah melakukan dua kali pemangkasan suku bunga secara berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya.
Sebelumnya, ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pemotongan sebesar 25 basis poin (bps).
BoK menyampaikan pernyataan resmi, mengatakan inflasi telah stabil dan utang rumah tangga telah melambat. "(Namun) risiko penurunan pertumbuhan ekonomi telah meningkat dan volatilitas nilai tukar telah meningkat karena risiko politik yang tidak terduga yang baru-baru ini meningkat," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip CNBC internasional, Kamis.
Bank tersebut juga mengatakan ketidakpastian juga meningkat karena perubahan situasi politik domestik dan kebijakan ekonomi di negara-negara besar.
Langkah ini dilakukan di tengah kekacauan politik di negara tersebut. Sebelumnya pada Rabu (15/1/2025), otoritas menangkap Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan, menjadi yang pertama kali terjadi pada presiden Korsel yang sedang menjabat.
Kospi Korea Selatan naik 1,25% setelah keputusan tersebut, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 1,69%. Won Korea Selatan menguat sekitar 0,3% hingga diperdagangkan pada 1.450,27.
Direktur penelitian untuk Asia di Economist Intelligence Unit Alex Holmes mengatakan keputusan ini sulit bagi bank tersebut.
"Maksud saya, di satu sisi, bahkan sebelum semua ketidakpastian politik ini, ekonomi tidak selalu berjalan dengan baik. Ya, sektor ekspor sangat, sangat menguntungkan. Anda tahu, chip, semikonduktor, elektronik, tetapi ekspor lainnya benar-benar tidak berjalan dengan baik sama sekali," papar Holmes.
"Dan sebenarnya ekonomi domestik sedang berjuang untuk mendapatkan momentum. Jadi, itu semacam latar belakang yang sangat dovish untuk pertumbuhan, tetapi pada saat yang sama, itu harus menyeimbangkan fakta mata uang tersebut telah dijual dengan sangat tajam,” jelasnya.
Won telah jatuh lebih dari yen Jepang sejak awal Oktober 2024, meskipun faktanya BoK memiliki perbedaan suku bunga yang lebih kecil dibandingkan dengan The Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed AS), kata Holmes.
Pada saat yang sama, Holmes mencatat 2024 adalah tahun pertama utang rumah tangga turun. Menurutnya, BoK tidak akan ingin memangkas suku bunga terlalu cepat untuk mencegah rebound.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



