Jumat, 15 Mei 2026

BoK Pertahankan Suku Bunga dalam Langkah yang Mengejutkan Pasar Korsel

Penulis : Grace El Dora
16 Jan 2025 | 09:32 WIB
BAGIKAN
Bank sentral Korea Selatan (Bank of Korea/ BoK) di Seoul, Korea Selatan pada 28 Desember 2024. (Foto: Kim Jae-Hwan/ Lightrocket/ Getty Images)
Bank sentral Korea Selatan (Bank of Korea/ BoK) di Seoul, Korea Selatan pada 28 Desember 2024. (Foto: Kim Jae-Hwan/ Lightrocket/ Getty Images)

SEOUL, investor.id – Bank sentral Korea Selatan (BoK) pada Kamis (16/1/2025) mempertahankan suku bunga acuannya pada 3% dalam langkah yang mengejutkan pasar Korea Selatan (Korsel). Bank sentral negara tersebut memilih untuk menilai perubahan dalam kondisi ekonomi domestik dan eksternal, setelah melakukan dua kali pemangkasan suku bunga secara berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya.

Sebelumnya, ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pemotongan sebesar 25 basis poin (bps).

BoK menyampaikan pernyataan resmi, mengatakan inflasi telah stabil dan utang rumah tangga telah melambat. "(Namun) risiko penurunan pertumbuhan ekonomi telah meningkat dan volatilitas nilai tukar telah meningkat karena risiko politik yang tidak terduga yang baru-baru ini meningkat," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip CNBC internasional, Kamis.

ADVERTISEMENT

Bank tersebut juga mengatakan ketidakpastian juga meningkat karena perubahan situasi politik domestik dan kebijakan ekonomi di negara-negara besar.

Langkah ini dilakukan di tengah kekacauan politik di negara tersebut. Sebelumnya pada Rabu (15/1/2025), otoritas menangkap Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan, menjadi yang pertama kali terjadi pada presiden Korsel yang sedang menjabat.

Kospi Korea Selatan naik 1,25% setelah keputusan tersebut, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 1,69%. Won Korea Selatan menguat sekitar 0,3% hingga diperdagangkan pada 1.450,27.

Direktur penelitian untuk Asia di Economist Intelligence Unit Alex Holmes mengatakan keputusan ini sulit bagi bank tersebut.

"Maksud saya, di satu sisi, bahkan sebelum semua ketidakpastian politik ini, ekonomi tidak selalu berjalan dengan baik. Ya, sektor ekspor sangat, sangat menguntungkan. Anda tahu, chip, semikonduktor, elektronik, tetapi ekspor lainnya benar-benar tidak berjalan dengan baik sama sekali," papar Holmes.

"Dan sebenarnya ekonomi domestik sedang berjuang untuk mendapatkan momentum. Jadi, itu semacam latar belakang yang sangat dovish untuk pertumbuhan, tetapi pada saat yang sama, itu harus menyeimbangkan fakta mata uang tersebut telah dijual dengan sangat tajam,” jelasnya.

Won telah jatuh lebih dari yen Jepang sejak awal Oktober 2024, meskipun faktanya BoK memiliki perbedaan suku bunga yang lebih kecil dibandingkan dengan The Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed AS), kata Holmes.

Pada saat yang sama, Holmes mencatat 2024 adalah tahun pertama utang rumah tangga turun. Menurutnya, BoK tidak akan ingin memangkas suku bunga terlalu cepat untuk mencegah rebound.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia