Jumat, 15 Mei 2026

PM Polandia Tuduh Rusia Sabotase Maskapai Penerbangan di Seluruh Dunia

Penulis : Grace El Dora
16 Jan 2025 | 15:08 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk berbicara dengan media sebelum foto bersama di KTT Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia pada Kamis (19/12/2024). (Foto: AP/Omar Havana)
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk berbicara dengan media sebelum foto bersama di KTT Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia pada Kamis (19/12/2024). (Foto: AP/Omar Havana)

WARSAWA, investor.id – Perdana Menteri (PM) Polandia Donald Tusk menuduh Rusia merencanakan aksi sabotase di seluruh dunia, mencakup "aksi teror udara" terhadap maskapai penerbangan. Tusk berbicara dalam konferensi pers di Warsawa bersama Presiden Ukraina Volodymr Zelensky.

"Saya tidak akan menjelaskan secara rinci, saya hanya dapat mengonfirmasi validitas kekhawatiran bahwa Rusia merencanakan aksi teror udara. Tidak hanya terhadap Polandia, tetapi juga terhadap maskapai penerbangan di seluruh dunia," ucap Tusk seperti dikutip Associated Press, Kamis (16/1/2025).

Pemerintah Rusia telah menolak klaim Barat sebelumnya pihaknya mensponsori aksi sabotase dan serangan di Eropa.

ADVERTISEMENT

Pejabat keamanan Barat menduga intelijen Rusia berada di balik rencana untuk menaruh alat pembakar dalam paket-paket di pesawat kargo yang menuju Amerika Utara, termasuk satu yang terbakar di pusat pengiriman barang di Jerman dan satu lagi yang terbakar di gudang di Inggris tahun lalu.

Pada akhir 2024, pemerintah Azerbaijan menuduh Rusia secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Azerbaijan yang jatuh di Kazakhstan pada 25 Desember 2024 yang menewaskan 38 orang.

Presiden Rusia Vladimir Putin meminta maaf kepada mitranya dari Azerbaijan atas apa yang disebutnya sebagai "insiden tragis" setelah kecelakaan itu, tetapi tidak mengakui Kremlin bertanggung jawab.

Pemerintah pro Uni Eropa (UE) di Warsawa mengatakan pihak Rusia sedang melakukan tindakan perang hibrida terhadap Polandia dan negara-negara Barat lainnya. Ini sebagai balasan atas dukungan mereka terhadap tetangga Polandia, Ukraina, dalam perjuangannya melawan serangan besar-besaran Rusia.

Pihak Polandia menuduh Rusia dan sekutunya Belarus telah mengobarkan krisis migrasi di perbatasan timur UE dengan Belarus, dengan tujuan menciptakan kekacauan dan perpecahan di UE.

Tahun lalu, menteri luar negeri Polandia memerintahkan penutupan salah satu dari tiga konsulat Rusia di negara itu sebagai tanggapan atas tindakan sabotase, termasuk serangan pembakaran yang menurutnya disponsori oleh Kremlin.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 54 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia