Jumat, 15 Mei 2026

Trump Kembali Gaungkan Kenakan Tarif 25% Atas Impor Kanada dan Meksiko

Penulis : Grace El Dora
21 Jan 2025 | 10:50 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengangkat surat dari Joe Biden yang baru lengser saat menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS pada 20 Januari 2025. (Foto: Jim Watson/ AFP/ Getty Images)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengangkat surat dari Joe Biden yang baru lengser saat menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS pada 20 Januari 2025. (Foto: Jim Watson/ AFP/ Getty Images)

Selain berusaha melindungi kepentingan bisnis AS, Trump mengatakan dirinya ingin menggunakan pungutan tersebut sebagai cara untuk mendorong pemerintah Kanada dan Meksiko untuk memberantas perdagangan fentanil.

Dalam pidato pelantikannya, Trump berjanji untuk menunjuk geng narkoba internasional sebagai kelompok teroris. Dengan melakukan hal itu, pemerintahan akan memiliki alat tambahan dalam memerangi masuknya narkoba melintasi perbatasan.

"Saya akan segera memulai perombakan sistem perdagangan kita untuk melindungi pekerja dan keluarga Amerika. Daripada mengenakan pajak kepada warga negara kita untuk memperkaya negara lain, kita akan mengenakan tarif dan pajak kepada negara asing untuk memperkaya warga negara kita," kata Trump dalam pidatonya.

ADVERTISEMENT

Dia selanjutnya mendirikan External Revenue Service. Badan ini dibentuk untuk membantu mengumpulkan bea, yang katanya akan menghasilkan "sejumlah besar uang" yang masuk ke kas federal. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS saat ini menjalankan peran tersebut.

Pasar saham berjangka kehilangan keuntungan sebelumnya saat Trump berbicara tentang tarif Meksiko dan Kanada, sedangkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah menurun.

Sebelumnya, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang ditujukan untuk inflasi, menjanjikan "bantuan harga darurat" melalui langkah-langkah yang ditujukan pada perumahan, perawatan kesehatan, peralatan, dan biaya lainnya.

Dolar juga bergerak lebih rendah dan baru-baru ini turun hampir 1% pada sesi tersebut terhadap mitra dagang globalnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia