Donald Trump Diapit Para Miliarder Big Tech di Pelantikannya
NEW YORK, investor.id – Beberapa kursi paling eksklusif pada pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (20/1/2025) disediakan untuk para CEO perusahaan teknologi (Big Tech). Kebetulan, para CEO raksasa teknologi ini juga termasuk di antara para miliarder terkaya dunia.
Itu adalah perubahan dari tradisi, terutama bagi seorang presiden yang telah mencirikan dirinya sebagai juara yang populer di antara kelas pekerja. Kursi yang begitu dekat dengan presiden biasanya disediakan untuk keluarga presiden, mantan presiden, dan tamu kehormatan lainnya.
Namun kini, foto-foto menunjukkan para CEO teknologi berbaur dengan beberapa pilihan Trump untuk Kabinet. Ini termasuk Robert F. Kennedy Jr. sebagai menteri kesehatan dan Marco Rubio sebagai menteri luar negeri.
Dalam satu gambar, Rubio melihat dari latar belakang dan berhadapan dengan jajaran pemimpin teknologi terkaya.
CEO Meta Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, berdiri di samping CEO Amazon Jeff Bezos dan tunangannya, Lauren Sánchez. Hadir pula CEO Google Sundar Pichai dan Elon Musk, salah satu penasihat terdekat Trump. Musk yang adalah orang terkaya di dunia juga mengelola Tesla, SpaceX, dan platform sosial X.
CEO Apple Tim Cook dan CEO TikTok Shou Zi Chew juga hadir di Capitol untuk acara penobatan itu.
Orang-orang superkaya telah lama memiliki peran penting dalam politik nasional AS. Beberapa miliarder membantu membiayai kampanye lawan Trump dari Partai Demokrat, yaitu mantan wakil presiden Kamala Harris.
Mantan presiden Joe Biden baru-baru ini memberikan Presidential Medal of Freedom kepada George Soros, miliarder yang menyumbangkan dana untuk tujuan-tujuan liberal.
Namun, pertunjukan perdana tersebut menyoroti peran langsung yang tidak biasa. Pemerintahan baru AS kemungkinan akan dimiliki oleh orang-orang terkaya di dunia. Dalam pidatonya, Biden memperingatkan AS telah menjadi oligarki miliarder teknologi yang memegang kekuasaan dan pengaruh yang berbahaya bagi negara.
Berbicara di Ruang Oval pada Senin, Trump menolak kritik Biden. Ia mengatakan, para eksekutif teknologi mendukung Demokrat sampai mereka menyadari Biden "tidak tahu apa yang sebenarnya dia bicarakan".
"Mereka memang meninggalkannya. Mereka semua mendukungnya, setiap orang dari mereka, dan sekarang mereka semua mendukung saya," tambah Trump.
Trump menerima jutaan dolar dari para eksekutif dan perusahaan mereka untuk komite pelantikannya dan menerima lebih dari US$ 200 juta bantuan dari Musk dalam kampanye presidennya. Namun, Trump mengklaim dirinya tidak membutuhkan uang mereka dan mereka tidak akan menerima apa pun sebagai balasannya.
"Mereka tidak akan mendapatkan apa pun dari saya. Saya tidak butuh uang, tetapi saya ingin negara ini maju, dan mereka orang-orang cerdas dan mereka menciptakan banyak lapangan kerja," tukasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






