Jumat, 15 Mei 2026

Trump Pukul China dengan Tarif 10% Paling Cepat 1 Februari

Penulis : Grace El Dora
22 Jan 2025 | 13:54 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato tentang infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) di ruang Roosevelt Gedung Putih, Washington, AS pada Selasa (21/1/2025). (Foto: Carlos Barria/ Reuters)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato tentang infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) di ruang Roosevelt Gedung Putih, Washington, AS pada Selasa (21/1/2025). (Foto: Carlos Barria/ Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan timnya sedang membahas rencana memukul China tarif 10%. Penerapan bea masuk baru dapat mulai berlaku paling cepat pada 1 Februari 2025.

"Kita berbicara tentang tarif sebesar 10% terhadap China berdasarkan fakta bahwa mereka mengirim fentanil ke Meksiko dan Kanada," ucap presiden di Gedung Putih pada Selasa (21/1/2025) malam waktu setempat.

"Mungkin 1 Februari adalah tanggal yang kita lihat," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Fentanil adalah bagian dari opioid sintetis, obat adiktif yang telah menyebabkan puluhan ribu kematian akibat overdosis setiap tahun di AS. Mengurangi pasokan obat terlarang, yang prekursornya sebagian besar diproduksi di China dan Meksiko, telah menjadi area di mana AS dan China sepakati untuk kerja sama.

Pada Jumat (17/1/2025) Trump mengatakan dirinya berbicara dengan Presiden China Xi Jinping melalui panggilan telepon tentang fentanil dan perdagangan. Pernyataan pihak China mengatakan Xi menyerukan kerja sama dan menyatakan hubungan ekonomi kedua negara saling menguntungkan.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri (PM) China Ding Xuexiang menyerukan upaya internasional untuk mendukung "globalisasi ekonomi" dan “mendistribusikannya dengan lebih baik”.

Tidak ada pemenang dalam perang dagang, katanya di depan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss pada Selasa, menurut terjemahan resmi.

Yuan China di luar negeri awalnya menguat, sebelum melemah hingga diperdagangkan pada 7,2796 terhadap dolar AS. Media keuangan dan pemerintah China tidak menyebutkan usulan tarif Negara Tirai Bambu itu, tetapi menyoroti berita utama Trump lainnya seperti peringatannya tentang bea masuk di Uni Eropa (UE).

AS adalah mitra dagang terbesar China berdasarkan satu negara. Impor China dari AS turun 0,1% dalam dolar tahun lalu, sementara ekspor tumbuh 4,9%, menurut data resmi yang diakses melalui Wind Information.

Data tersebut menunjukkan surplus perdagangan China dengan AS pada 2024 adalah US$ 361 juta, lebih tinggi dari US$ 316,9 juta yang dilaporkan untuk 2020, tahun penuh terakhir masa jabatan pertama Trump.

Saat itu, Gedung Putih telah menaikkan tarif atas barang-barang China dalam upaya untuk meningkatkan impor negara itu atas barang-barang AS dan mengatasi kekhawatiran lama para pebisnis AS di China. Pemerintah China membalasnya dengan bea masuknya sendiri.

"Jika AS mengenakan tarif tambahan sebesar 10% pada China dan China menanggapinya dengan cara yang sama, PDB (produk domestik bruto) AS akan berkurang US$ 55 miliar selama empat tahun pemerintahan Trump kedua, dan US$ 128 miliar berkurang di China," tutur Peterson Institute for International Economics yang berbasis di AS dalam sebuah laporan pada 17 Januari 2025.

Tarif Pada Negara Tetangga AS

Donald Trump juga mencatat pada Selasa, timnya sedang membicarakan tentang tarif sekitar 25% pada Meksiko dan Kanada. Ia membuat komentar serupa sehari sebelumnya, dengan mencatat pungutan pada Meksiko dan Kanada dapat dilakukan paling cepat pada Februari 2025.

"Kami mempertimbangkan tarif sebesar 25% (pungutan) terhadap Meksiko dan Kanada, karena mereka mengizinkan banyak orang (melintasi perbatasan)," ungkapnya pada Senin (20/1/2025).

Saat berkampanye pada 2024, Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 60% pada barang-barang China. Pada November 2025, ia menyerukan "tarif tambahan sebesar 10%" terhadap China, menurut sebuah unggahan di platform media sosialnya Truth Social.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia