Jumat, 15 Mei 2026

Korsel Mendekat ke ASEAN, Imbas Proteksionisme AS

Penulis : Grace El Dora
23 Jan 2025 | 21:17 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Perdagangan Park Jong-won berbicara dalam sebuah forum di Asosiasi Perdagangan Internasional Korea di Seoul, Korea Selatan pada 19 Desember 2024, dalam foto yang disediakan oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi. (Foto: Yonhap)
Wakil Menteri Perdagangan Park Jong-won berbicara dalam sebuah forum di Asosiasi Perdagangan Internasional Korea di Seoul, Korea Selatan pada 19 Desember 2024, dalam foto yang disediakan oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi. (Foto: Yonhap)

SEOUL, investor.id – Korea Selatan (Korsel) akan berupaya mendekat ke ASEAN, sebagai imbas dari proteksionisme Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump yang baru dilantik. Korsel akan memperluas pertukaran ekonomi dan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara untuk mengatasi perubahan yang diantisipasi dalam lingkungan perdagangan global, kata kementerian industri negara tersebut pada Kamis (23/1/2025).

Pihaknya menyampaikan hal ini setelah pemerintahan baru AS mengisyaratkan rencana untuk menerapkan langkah-langkah proteksionis.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel mengungkap visi tersebut dalam forum dengan para pakar perdagangan. Pihaknya menunjukkan, hampir 4.000 perusahaan Korsel saat ini beroperasi di 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

ADVERTISEMENT

"Menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk memperluas kerja sama ekonomi berorientasi masa depan dengan kawasan ASEAN, area utama di Global Selatan," papar Wakil Menteri Perdagangan Korsel Park Jong-won seperti dilaporkan kantor berita Yonhap, Kamis.

"Kementerian Perindustrian akan secara proaktif mengupayakan koordinasi antarpemerintah untuk memastikan operasi bisnis yang stabil bagi para pelaku usaha Korea di tengah lingkungan perdagangan yang berubah cepat," sambungnya.

Tak lama setelah menjabat, Donald Trump menandatangani memorandum tentang kebijakan perdagangan "America First". Dirinya menyerukan soal peninjauan ulang terhadap perjanjian perdagangan AS yang ada, yang dinilainya berpotensi memengaruhi ekspor Korea Selatan ke AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia