China Minta AS Tak Lagi Manipulasi Isu Sumber Covid-19
ISTANBUL, investor.id – Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) tak lagi mempolitisasi dan memanipulasi isu sumber Covid-19 atau virus corona. Pihaknya meminta AS berhenti mencemarkan nama baik negara lain dan berhenti melemparkan kesalahan kepada China.
Otoritas China bersikap tegas menanggapi teori kebocoran laboratorium terkait asal-usul Covid-19 yang diajukan oleh CIA Amerika. Kritik ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, China pada Senin (27/1/2024).
Sebaliknya, Mao Ning mendesak AS untuk menanggapi kekhawatiran yang wajar dari komunitas internasional sesegera mungkin. Pihaknya pun secara proaktif membagikan datanya sendiri terkait kasus awal yang dicurigai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta menklarifikasi keraguan tentang laboratorium biologis AS, sehingga memberikan penjelasan yang bertanggung jawab kepada masyarakat dunia.
Sebelumnya, China telah menolak teori kebocoran laboratorium terkait sumber Covid-19 yang diajukan oleh CIA. Mereka menyebut tuduhan itu tidak berdasar, menurut media pemerintah, kemudian menekankan perlunya penyelidikan ilmiah.
"Asal-usul virus corona adalah isu ilmiah dan harus ditentukan oleh para ilmuwan dengan semangat ilmiah. Kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin," ucap Mao Ning seperti dikutip Anadolu, Selasa (28/1/2025).
"Ini adalah kesimpulan ilmiah yang sah yang dicapai oleh tim ahli gabungan China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan kunjungan langsung ke laboratorium terkait di Wuhan dan pertukaran mendalam dengan peneliti ilmiah terkait,” sambungnya.
Kasus pertama virus itu dilaporkan di Wuhan, China tengah pada Desember 2019. Virus tersebut kemudian menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan karantina nasional dan menyebabkan hampir tujuh juta kematian.
Penilaian ulang CIA terhadap teori kebocoran laboratorium itu dilaporkan berdasarkan analisis lebih mendalam terhadap bukti yang ada. Ini termasuk kondisi laboratorium dengan keamanan yang tinggi di Wuhan sebelum wabah terjadi.
Namun, Mao menegaskan kembali temuan investigasi gabungan China-WHO yang menyimpulkan kebocoran laboratorium tidak mungkin terjadi. Ini adalah sebuah penentuan yang ia sebut telah diakui secara luas oleh komunitas internasional dan komunitas ilmiah.
Pihak China secara konsisten menolak klaim dari negara-negara Barat yang menyatakan pandemi berasal dari kebocoran penelitian di laboratorium.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






