Kamis, 14 Mei 2026

China Minta AS Tak Lagi Manipulasi Isu Sumber Covid-19

Penulis : Grace El Dora
28 Jan 2025 | 10:34 WIB
BAGIKAN
Warga mengantre untuk pengujian asam nukleat di kompleks perumahan saat kasus baru penyakit virus corona (Covid-19) muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Selasa (22/2/2022). (Foto: REUTERS/ CHINA DAILY)
Warga mengantre untuk pengujian asam nukleat di kompleks perumahan saat kasus baru penyakit virus corona (Covid-19) muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Selasa (22/2/2022). (Foto: REUTERS/ CHINA DAILY)

ISTANBUL, investor.id – Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) tak lagi mempolitisasi dan memanipulasi isu sumber Covid-19 atau virus corona. Pihaknya meminta AS berhenti mencemarkan nama baik negara lain dan berhenti melemparkan kesalahan kepada China.

Otoritas China bersikap tegas menanggapi teori kebocoran laboratorium terkait asal-usul Covid-19 yang diajukan oleh CIA Amerika. Kritik ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, China pada Senin (27/1/2024).

Sebaliknya, Mao Ning mendesak AS untuk menanggapi kekhawatiran yang wajar dari komunitas internasional sesegera mungkin. Pihaknya pun secara proaktif membagikan datanya sendiri terkait kasus awal yang dicurigai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta menklarifikasi keraguan tentang laboratorium biologis AS, sehingga memberikan penjelasan yang bertanggung jawab kepada masyarakat dunia.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, China telah menolak teori kebocoran laboratorium terkait sumber Covid-19 yang diajukan oleh CIA. Mereka menyebut tuduhan itu tidak berdasar, menurut media pemerintah, kemudian menekankan perlunya penyelidikan ilmiah.

"Asal-usul virus corona adalah isu ilmiah dan harus ditentukan oleh para ilmuwan dengan semangat ilmiah. Kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin," ucap Mao Ning seperti dikutip Anadolu, Selasa (28/1/2025).

"Ini adalah kesimpulan ilmiah yang sah yang dicapai oleh tim ahli gabungan China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan kunjungan langsung ke laboratorium terkait di Wuhan dan pertukaran mendalam dengan peneliti ilmiah terkait,” sambungnya.

Kasus pertama virus itu dilaporkan di Wuhan, China tengah pada Desember 2019. Virus tersebut kemudian menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan karantina nasional dan menyebabkan hampir tujuh juta kematian.

Penilaian ulang CIA terhadap teori kebocoran laboratorium itu dilaporkan berdasarkan analisis lebih mendalam terhadap bukti yang ada. Ini termasuk kondisi laboratorium dengan keamanan yang tinggi di Wuhan sebelum wabah terjadi.

Namun, Mao menegaskan kembali temuan investigasi gabungan China-WHO yang menyimpulkan kebocoran laboratorium tidak mungkin terjadi. Ini adalah sebuah penentuan yang ia sebut telah diakui secara luas oleh komunitas internasional dan komunitas ilmiah.

Pihak China secara konsisten menolak klaim dari negara-negara Barat yang menyatakan pandemi berasal dari kebocoran penelitian di laboratorium.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 52 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia