Jumat, 15 Mei 2026

Bersiap, Australia Kembali Tawarkan Beasiswa S2 dan S3 Bagi WNI

Penulis : Grace El Dora
30 Jan 2025 | 23:52 WIB
BAGIKAN
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath dalam acara Women-led SME Forum on Trade di Jakarta, Selasa (5/11/2024). (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath dalam acara Women-led SME Forum on Trade di Jakarta, Selasa (5/11/2024). (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Australia kembali membuka peluang bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk meraih beasiswa bergengsi pada jenjang Magister S2 dan Doktoral S3 di berbagai universitas ternama di Australia. Program beasiswa ini dijadwalkan dimulai pada 2026.

“Program beasiswa Australia merupakan program beasiswa luar negeri yang paling lama berlangsung di Indonesia,” papar Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Indonesia Gita Kamath lewat pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Pendaftaran Beasiswa Australia Awards yang akan dibuka pada 1 Februari 2025 tersebut menawarkan manfaat yang komprehensif. Ini termasuk persiapan akademis dan bahasa Inggris sebelum keberangkatan, serta berbagai peluang pengayaan dan pengembangan profesional untuk mendukung para penerima beasiswa selama dan setelah masa studi mereka di Australia.

ADVERTISEMENT

Setelah lulus, para penerima beasiswa bergabung dalam komunitas besar alumni Australia yang bergengsi dan berpengaruh di Indonesia. “Selama lebih dari 70 tahun, beasiswa ini telah berkontribusi pada persahabatan, pemahaman, dan ikatan yang langgeng antara masyarakat Indonesia dan Australia,” imbuhnya.

Para pendaftar beasiswa Australia Awards dinilai berdasarkan keterampilan dan pengalaman profesional, karakter, kompetensi akademis, serta potensi untuk memimpin dan memberikan kontribusi kepada organisasi dan komunitas.

Beasiswa Australia Awards terbuka untuk WNI dari berbagai latar belakang. Mereka yang berasal dari kelompok sasaran pemerataan termasuk provinsi sasaran, perempuan dari kelompok rentan, dan penyandang disabilitas dianjurkan untuk mendaftar.

Dalam rangka persiapan penerimaan beasiswa 2026, pemerintah Indonesia dan Australia telah mengadakan serangkaian sosialisasi dan sesi informasi. Ini termasuk di beberapa provinsi sasaran yakni Gorontalo, Sulawesi Tengah, Papua, Papua Barat Daya, Maluku, dan Lampung.

Sesi informasi daring lebih lanjut direncanakan sepanjang Februari dan Maret yang juga merupakan cara efektif bagi calon pelamar untuk mempelajari lebih lanjut tentang program Australia Awards.

Pendaftaran akan ditutup pada 30 April 2025 dan masyarakat bisa memperoleh informasi lebih lanjut dan untuk mendaftar dengan mengunjungi www.australiaawardsindonesia.org.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia