Jumat, 15 Mei 2026

Jepang Was-Was Risiko Nilai Tukar Imbas Kebijakan Tarif AS

Penulis : Prisma Ardianto
2 Feb 2025 | 21:59 WIB
BAGIKAN
Bendera Jepang. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Bendera Jepang. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

KARACHI, investor.id – Jepang merspons potensi dampak akibat kebijakan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap China, Kanada, dan Meksiko. Jepang menyebutnya sebagai “keprihatinan serius”.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, seperti yang dilaporkan Antara mengutip siaran dari Kantor Berita Kyodo, pada Minggu (2/2/2025).

“Sangat khawatir dengan kemungkinan dampaknya terhadap perekonomian global,” ujar Kato.

ADVERTISEMENT

Kato menyinggung perlunya Jepang melakukan “penilaian menyeluruh” terhadap pergerakan nilai tukar dan prospek kebijakan moneter di AS. Apalagi, AS merupakan mitra dagang utama Jepang.

Pada Sabtu (1/2/2025), Presiden AS Donald Trump memerintahkan penerapan tarif sebesar 25% terhadap impor dari Kanada dan Meksiko. Termasuk tambahan 10% untuk barang-barang dari China.

Kebijakan Trump itu langsung direspons Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau dengan menerapkan tarif balasan sebesar 25% terhadap barang-barang impor dari AS senilai 155 miliar dolar Kanada atau setara Rp 1.736 triliun.

“C$ 30 miliar mulai berlaku Selasa dan C$ 125 miliar dalam 21 hari,” tegas Justin Trudeau dalam konferensi pers, Sabtu (1/2/2025), seperti dikutip Reuters.

Adapun Kato juga menyampaikan kekhawatirannya akan pergerakan inflasi akibat tarif besar-besaran yang diberlakukan AS. “Kami harus mengkaji secara cermat bagaimana dampak kebijakan ini terhadap Jepang dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai respons,” ujar dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia