Jumat, 15 Mei 2026

China Tantang Kebijakan Tarif Trump di WTO 

Penulis : Grace El Dora
3 Feb 2025 | 11:33 WIB
BAGIKAN
Bendera Amerika Serikat (AS) dan China berdiri di belakang mikrofon di Kedutaan Besar AS di Beijing, China pada 9 April 2009. (Foto: AFP)
Bendera Amerika Serikat (AS) dan China berdiri di belakang mikrofon di Kedutaan Besar AS di Beijing, China pada 9 April 2009. (Foto: AFP)

BEIJING, investor.id – Pemerintah China telah menyebutkan pihaknya menantang kebijakan tarif Trump di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Otoritas Negara Tirai Bambu itu juga berencana mengambil "tindakan balasan" yang tidak ditentukan sebagai tanggapan atas pengenaan tarif tersebut, yang mulai berlaku pada Selasa (4/2/2025).

Pemerintah China pada Minggu (2/2/2025) mengecam pengenaan tarif 10% oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas impor barang China yang adalah ancaman lama. Kritik keras China disampaikan soal fentanyl yang selama ini disebut-sebut Trump.

Di samping itu, pihaknya tetap membuka peluang untuk perundingan dengan AS yang dapat menghindari konflik yang semakin dalam.

ADVERTISEMENT

Tanggapan tersebut tidak sampai pada eskalasi langsung yang telah menandai pertikaian dagang China dengan Trump dalam masa jabatan pertamanya sebagai presiden dan mengulangi bahasa yang lebih terukur yang telah digunakan China dalam beberapa minggu terakhir.

Trump pada Sabtu (1/2/2025) telah memerintahkan tarif 25% untuk impor dari Kanada dan Meksiko dan 10% untuk barang dari China. Pihaknya mengatakan China perlu menghentikan aliran fentanil yaitu jenis obat opioid yang mematikan ke Amerika.

Kementerian Perdagangan China mengatakan, langkah Trump "sangat melanggar" aturan perdagangan internasional. Pihaknya mendesak AS untuk terlibat dalam dialog yang jujur ​​dan memperkuat kerja sama.

Mengajukan gugatan hukum ke WTO akan menjadi langkah yang sebagian besar bersifat simbolis yang juga telah diambil China terhadap tarif kendaraan listrik buatan (artificial intelligence/ AI) China oleh Uni Eropa (UE).

Selama berminggu-minggu juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan China yakin tidak ada pemenang dalam perang dagang.

Penolakan paling tajam China pada Minggu adalah atas fentanil. Pemerintahan sebelumnya, Joe Biden, juga telah mendesak China untuk menindak pengiriman bahan kimia prekursor buatan China yang diperlukan untuk memroduksi obat tersebut.

"Fentanyl adalah masalah Amerika. Pihak China telah melaksanakan kerja sama antinarkoba yang ekstensif dengan Amerika Serikat dan mencapai hasil yang luar biasa," kata kementerian luar negeri China.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 23 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia