Jumat, 15 Mei 2026

Trump dan Musk Dinilai Mengguncang Fondasi Demokrasi AS

Penulis : Grace El Dora
6 Feb 2025 | 13:16 WIB
BAGIKAN
Elon Musk memeluk Donald Trump selama rapat umum kampanye di Butler, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) pada 5 Oktober 2024. (Foto: Anna Moneymaker/ Getty Images)
Elon Musk memeluk Donald Trump selama rapat umum kampanye di Butler, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) pada 5 Oktober 2024. (Foto: Anna Moneymaker/ Getty Images)

Musk menanggapi kritik terhadapnya di X.

"Reaksi histeris seperti ini adalah cara Anda mengetahui bahwa DOGE melakukan pekerjaan yang benar-benar penting," kata dia.

Kongres AS pernah mengalami hal ini sebelumnya, diuji selama masa jabatan pertama Trump oleh kemauannya untuk melanggar norma dan menghindari batas legalitas. Terutama ketika ia melindas Kongres dan mencuri dana perumahan dan konstruksi militer federal untuk membangun sebagian tembok yang dijanjikannya di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Namun kemitraan masa jabatan kedua Trump dengan Musk meningkatkan konfrontasi. Elon Musk menghabiskan sekitar US$ 200 juta untuk tawaran Trump untuk Gedung Putih dan menggunakan etos dunia teknologi untuk bergerak cepat dan memecahkan berbagai hal.

ADVERTISEMENT

Dalam upaya yang dinyatakan untuk menghemat uang dengan membasmi pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan, mereka melakukan berbagai langkah untuk menjungkirbalikkan lembaga-lembaga Amerika, menghancurkan layanan sipil, dan meninggalkan pemerintahan federal yang direformasi atau yang dikosongkan.

Presiden Center on Budget and Policy Priorities Sharon Parrott mengatakan jika upaya tersebut berhasil maka akan menjadi bencana bagi sistem pemerintahan AS.

"Banyak hal yang mereka lakukan secara terang-terangan melanggar hukum, dan kami telah melihat pengadilan bersedia untuk campur tangan. Dan campur tangan dengan cepat," kata Parrott.

Langkah Kantor Manajemen dan Anggaran Trump untuk membekukan hibah dan pinjaman federal secara tiba-tiba menuai kemarahan nasional di AS. Pemerintah negara bagian dan organisasi nirlaba khawatir tidak akan mendapatkan dana yang mereka butuhkan untuk menyediakan perumahan, perawatan kesehatan, dan layanan lainnya.

Pada Senin (3/2/2025), Hakim Distrik AS Loren L. AliKhan mengatakan tindakan pemerintah dengan pendanaan federal berpotensi melanggar benteng Konstitusi dengan mengganggu alokasi dana federal oleh Kongres AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia