Jumat, 15 Mei 2026

Wapres AS Kritik Pendekatan UE untuk Regulasi AI

Penulis : Grace El Dora
12 Feb 2025 | 14:16 WIB
BAGIKAN
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan pidato selama KTT Aksi Kecerdasan Buatan di Grand Palais di Paris, Prancis, Selasa (11/2/2025). (Foto: Sean Kilpatrick/ The Canadian Press via AP)
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan pidato selama KTT Aksi Kecerdasan Buatan di Grand Palais di Paris, Prancis, Selasa (11/2/2025). (Foto: Sean Kilpatrick/ The Canadian Press via AP)

ANKARA, investor.id – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance melontarkan kritik atas pendekatan Uni Eropa (EU) terhadap regulasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). Vance mengatakan, regulasi semacam itu dapat "membunuh industri transformatif".

"Kami percaya regulasi berlebihan terhadap sektor AI dapat membunuh industri transformatif, tepat saat industri tersebut mulai berkembang, dan kami akan melakukan segala upaya untuk mendorong kebijakan AI yang pro-pertumbuhan," kata Vance pada pertemuan puncak AI yang diadakan di Paris, Prancis pada Selasa (11/2/2025).

"Dan saya ingin melihat nuansa deregulasi itu muncul dalam banyak percakapan konferensi ini," imbuhnya seperti dikutip Anadolu, Rabu (12/2/2025).

ADVERTISEMENT

Adapaun industri transformatif yang disebutkan Vance merujuk pada sektor atau bidang usaha yang membawa perubahan besar dalam cara kerja, produksi, atau layanan di masyarakat.

AI dianggap sebagai industri transformatif karena memiliki potensi untuk merevolusi berbagai sektor. Misalnya sektor manufaktur, kesehatan, keuangan, dan komunikasi, dengan meningkatkan efisiensi, otomatisasi, dan inovasi.

Wapres Vance menekankan pemerintah AS ingin bekerja sama dengan EU. "Namun untuk menciptakan kepercayaan semacam itu, kita memerlukan rezim regulasi internasional yang mendorong terciptanya teknologi AI daripada mencekiknya," ucapnya.

Dia meminta negara-negara Eropa untuk memandang batas baru ini dengan optimisme, daripada dengan gentar. Ia mencatat, saat ini pemerintah AS mengembangkan rencana aksi yang menghindari rezim regulasi yang terlalu berhati-hati.

Vance mengatakan AS tidak dapat dan tidak akan menerima pertimbangan beberapa negara

"(Beberapa negara) sedang mempertimbangkan untuk memperketat pengaturan pada perusahaan teknologi AS dengan jejak internasional," kata Vance.

Ia juga mengancam peraturan internasional yang dinilainya memberatkan, mengingat fakta banyak perusahaan AS dirugikan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia