Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut Ukraina Mungkin Suatu Hari Jadi Milik Rusia

Penulis : Grace El Dora
12 Feb 2025 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Ukraina yakin pasukan Korea Utara (Korut) telah ditarik karena kerugian besar. (Foto: AFP)
Ukraina yakin pasukan Korea Utara (Korut) telah ditarik karena kerugian besar. (Foto: AFP)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan Ukraina dapat kehilangan kedaulatannya kepada Rusia dan mungkin suatu hari menjadi milik Rusia. Trump mengatakan, ia menginginkan kompensasi atas bantuan yang telah diberikan Amerika kepada Ukraina.

"(Ukraina) mungkin membuat kesepakatan. Mereka mungkin tidak membuat kesepakatan. Mereka mungkin suatu hari nanti menjadi milik Rusia, atau mungkin suatu hari nanti bukan milik Rusia. Namun, kami akan memiliki semua uang ini di sana (Ukraina) dan saya katakan, saya menginginkannya kembali," ucap Trump dalam wawancara Fox News yang ditayangkan awal pekan ini.

Trump juga mengatakan AS pada dasarnya telah menyetujui kesepakatan dengan Ukraina yang akan membuat AS menerima sumber daya mineral dan tanah jarang sebagai imbalan atas dukungan yang berkelanjutan. Unsur ini yang menjadi bahan baku terbesar pembuatan barang elektronik.

ADVERTISEMENT

"Saya memberi tahu mereka, saya menginginkan (mineral) tanah jarang senilai sekitar US$ 500 miliar, dan pada dasarnya mereka telah setuju untuk melakukannya," ujar Trump seperti dikutip CNBC internasional, Rabu (12/2/2025).

Pemerintah Ukraina belum berkomentar secara terbuka mengenai nilai potensi kesepakatan mineral dengan AS.

Meski demikian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan minggu lalu, ia siap untuk melakukan kesepakatan dengan AS mengenai mineral sebagai imbalan atas bantuan. Pemimpin Ukraina itu menyadari Trump dan pejabat senior luar negeri dan pertahanan AS ingin mengakhiri perang. Di sisi lain, mereka ingin melakukan kesepakatan dengan Rusia agar perang benar-benar berhenti.

Sikap itu telah membuat pemerintah Ukraina gelisah. Situasi ini juga memberikan rasa urgensi pada kebutuhan Ukraina untuk tampak bersedia bernegosiasi dan setuju dengan usulan AS mengenai kesepakatan damai.

Di tengah kelelahan yang dirasakan sekutu utamanya dan dengan peringatan tiga tahun serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2025, para pemimpin Ukraina mengatakan mereka bersedia untuk memasuki perundingan damai. Tetapi pihaknya juga telah menuntut jaminan keamanan sebagai bagian dari kesepakatan damai apa pun.

Pejabat AS akan melakukan perjalanan ke Kyiv, ibu kota Ukraina, pekan ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Jerman untuk menghadiri Konferensi Keamanan Munich pada 14-16 Februari 2025. Zelensky mengatakan dirinya akan bertemu Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance di konferensi tersebut. Ia juga berharap dapat mengadakan pembicaraan dengan Trump minggu ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia