Meski Ngotot, Trump Tak Bisa Mencalonkan Diri untuk Periode Ketiga
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali merenungkan kemungkinan untuk menjabat lebih dari dua masa jabatan. Namun meskipun sudah berkeras, namun konstitusi tidak membenarkan Trump mencalonkan diri untuk periode ketiga.
Trump adalah presiden AS kedua yang pernah menjabat untuk masa jabatan kedua yang tidak berturut-turut di Gedung Putih. Satu-satunya presiden lain yang melakukannya adalah Grover Cleveland, yang menjabat dari 1885 hingga 1889, kemudian sekali lagi dari 1893 hingga 1897.
"Mereka mengatakan saya tidak dapat mencalonkan diri lagi. Itulah ungkapannya. Lalu seseorang berkata, 'Saya rasa Anda tidak bisa'. Oh," kata Trump pekan lalu di National Prayer Breakfast di Washington seperti dikutip New York Times, Kamis (13/2/2025).
Dalam pertemuan dengan anggota Kongres dari Partai Republik pada November 2025, tak lama setelah kemenangan pemilihan presiden keduanya, Trump bercanda mereka dapat membantunya untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan periode ketiga.
"Saya rasa saya tidak akan mencalonkan diri lagi kecuali Anda berkata, 'Dia sangat hebat, kita harus mencari cara lain'," lanjut Trump.
Berdasarkan Konstitusi
Trump secara hukum dilarang mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga oleh Konstitusi AS. Amandemen ke-22 melarang presiden mana pun untuk menjabat lebih dari dua masa jabatan di Gedung Putih. Ini juga berlaku untuk masa jabatan yang dijalani secara tidak berurutan, seperti dalam kasus Trump.
"Tidak seorang pun boleh dipilih untuk jabatan Presiden lebih dari dua kali, dan tidak seorang pun yang telah menjabat sebagai Presiden, atau bertindak sebagai Presiden, selama lebih dari dua tahun dari masa jabatan yang dimenangkan oleh orang lain, boleh dipilih untuk jabatan Presiden lebih dari satu kali," demikian bunyi amandemen tersebut.
Amandemen ke-22 diadopsi ke dalam Konstitusi pada 1951 setelah Franklin D. Roosevelt terpilih ke Gedung Putih sebanyak empat kali yaitu pada 1932, 1936, 1940, dan 1944. Sampai saat itu, presiden AS menghormati tradisi panjang yang dimulai sejak George Washington, yakni pembatasan dua periode yang ditetapkan sendiri.
Dapatkah Kongres Mengubah Amandemen ke-22?
Ya, tetapi mengubah amandemen konstitusi adalah proses yang panjang dan rumit. Proses ini memerlukan dua pertiga suara dari DPR dan Senat. Setelah itu, amandemen harus diratifikasi oleh tiga perempat badan legislatif negara bagian.
Setidaknya satu anggota parlemen GOP tampaknya bersedia untuk mencoba.
Pada Januari 2025, Rep. Andy Ogles dari Partai Republik mengajukan resolusi yang akan merevisi Amandemen ke-22 untuk memungkinkan presiden yang menjabat dua periode tidak berturut-turut untuk mencalonkan diri lagi.
“Kepemimpinan tegas Presiden Trump sangat kontras dengan kekacauan, penderitaan, dan kemerosotan ekonomi yang dialami rakyat Amerika selama empat tahun terakhir,” kata Ogles dalam sebuah pernyataan pada 23 Januari 2025, tiga hari setelah pelantikan Trump.
“Ia telah membuktikan dirinya sebagai satu-satunya tokoh dalam sejarah modern yang mampu membalikkan kemunduran bangsa kita dan memulihkan Amerika ke kejayaannya, dan ia harus diberi waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu,” ucapnya.
Pada November 2024, anggota DPR Dan Goldman dari Partai Demokrat memperkenalkan resolusinya sendiri untuk menegaskan kembali Amandemen ke-22 setelah komentar Trump pada konferensi GOP.
“Cara kerjanya adalah dengan mengajukan balon-balon percobaan yang sering ia klaim sebagai lelucon, tetapi ia sangat serius tentang hal itu. Dan ia telah berbicara tentang bertahan setelah masa jabatan berikutnya selama bertahun-tahun,” papar Goldman di Bloomberg TV.
Pada Hari Pemilihan November 2024, Trump ditanya oleh seorang reporter apakah kampanye 2024 adalah yang terakhir baginya. "Saya rasa begitu," jawab Trump.
Pada rapat umum di Las Vegas setelah menjabat, Trump berkomentar lain. "Akan menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk mengabdi bukan hanya sekali, tetapi dua kali atau tiga kali atau empat kali," cetusnya.
Penonton bertepuk tangan, tetapi Trump segera mengoreksi dirinya sendiri. "Tidak, saya akan mengabdi dua kali. Selama empat tahun ke depan, saya tidak akan beristirahat," tambah Trump.
Dalam wawancara baru-baru ini dengan pembawa acara Fox News Bret Baier, Trump ditanya apakah ia memandang Wakil Presiden JD Vance sebagai penggantinya dan calon dari Partai Republik pada 2028.
"Tidak. Tetapi ia sangat cakap. Maksud saya, saya tidak berpikir demikian. Anda tahu, saya pikir Anda memiliki banyak orang yang sangat cakap," jawab Trump.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






