Jumat, 15 Mei 2026

8 Tewas Tersapu Banjir Bandang Kentucky

Penulis : Grace El Dora
17 Feb 2025 | 12:03 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi banjir di Amerika Serikat (AS). (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Ilustrasi banjir di Amerika Serikat (AS). (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

WASHINGTON, investor.id – Sedikitnya delapan orang tewas tersapu banjir bandang di Kentucky, Amerika Serikat (AS). Seorang anak termasuk dalam korban yang tewas akhir pekan lalu, sebut Gubernur Kentucky Andy Beshear pada Minggu (16/2/2025).

"Dengan segala upaya luar biasa yang telah dilakukan dalam respons darurat ini, kami dapat mengonfirmasi sedikitnya delapan warga Kentucky telah meninggal akibat peristiwa cuaca ini," lanjut Beshear lewat pernyataan resminya seperti dikutip Anadolu, Senin (17/2/2025).

Ia memperkirakan jumlah korban jiwa masih akan bertambah, sementara pencarian masih berlangsung. Ia juga mengungkapkan, lebih dari 1.000 operasi penyelamatan telah dilakukan di seluruh wilayah terdampak di negara bagian itu.

ADVERTISEMENT
8 Tewas Tersapu Banjir Bandang Kentucky
Kekacauan setelah badai di New York dan New Jersey, Amerika Serikat pada Sabtu, 30 September 2023. (Foto: Independent)

"Kami berharap jumlahnya tidak bertambah dengan cepat atau meningkat drastis. Salah satu cara untuk membantu kami memastikan jumlah korban jiwa tetap minimal adalah dengan tidak bepergian di jalanan," imbaunya.

"Berikan waktu bagi air untuk surut. Begitu banyak korban yang meninggal karena mencoba mengendarai kendaraan melewati air banjir atau arus yang deras," kata Beshear.

Pada Minggu terjadi hujan deras yang terus mengguyur hingga menyebabkan banjir, penutupan jalan, dan kondisi darurat di berbagai wilayah di Kentucky, Tennessee, Virginia Barat, dan Carolina Utara.

Sebelumnya, Beshear mengatakan dampak banjir di seluruh negara bagian sangat besar.

"Kentucky, kita sedang menghadapi kondisi yang berbahaya dan mengancam nyawa di seluruh negara bagian. Situasi akan semakin sulit akibat banjir yang meluas dan cuaca buruk yang masih akan berlanjut," unggahnya lewat akun pribadinya di platform X, Senin.

Beshear juga menyebutkan proses evakuasi masih berlangsung di tengah kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan terus berlanjut sepanjang hari.

"Harap berhati-hati jika memang harus bepergian," tukasnya. Gubernur negara bagian tersebut menambahkan, lebih dari 300 jalan telah ditutup akibat banjir.

Gubernur Beshear juga mengirim surat kepada Presiden AS Donald Trump untuk mengajukan deklarasi darurat bencana bagi Kentucky.

"Karena cuaca ekstrem dan dampaknya yang meluas di seluruh negara bagian," kata Beshar. Pasalnya, kondisi seperti ini membutuhkan pendanaan pemerintah federal bagi daerah-daerah terdampak.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia