Jumat, 15 Mei 2026

Pejabat The Fed Tunggu Inflasi Mereda Sebelum Pangkas Suku Bunga

Penulis : Grace El Dora
18 Feb 2025 | 15:54 WIB
BAGIKAN
Pejabat The Federal Reserve (The Fed) Michelle Bowman di San Diego, California, Amerika Serikat pada 11 Februari 2019. (Foto: Ann Saphir/ Reuters)
Pejabat The Federal Reserve (The Fed) Michelle Bowman di San Diego, California, Amerika Serikat pada 11 Februari 2019. (Foto: Ann Saphir/ Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Pejabat The Federal Reserve (The Fed) mengatakan pihaknya menunggu inflasi mereda sebelum kembali memangkas suku bunga Amerika Serikat (AS). Gubernur The Fed Michelle Bowman menilai, meskipun kebijakan moneter sekarang dalam kondisi baik, ia ingin melihat data mencerminkan lebih banyak kemajuan dalam inflasi.

"Saya ingin memperoleh keyakinan yang lebih besar bahwa kemajuan dalam menurunkan inflasi akan terus berlanjut, saat kita mempertimbangkan untuk membuat penyesuaian lebih lanjut terhadap kisaran target," ucap Bowman dalam pidatonya di American Bankers Association seperti dikutip Reuters, Selasa (18/2/2025).

Meningkatnya inflasi harga barang inti sejak musim semi lalu telah memperlambat kemajuan, tutur Bowman. Ia memperkirakan inflasi AS akan terus melambat tahun ini, ia mengatakan disinflasi mungkin memerlukan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

ADVERTISEMENT

"Saya terus melihat risiko yang lebih besar terhadap stabilitas harga, terutama saat pasar tenaga kerja tetap kuat," terangnya.

Adapun indeks harga konsumen (CPI) terbaru AS menunjukkan tren inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan pada Januari 2025, atau naik 0,5% secara bulanan (MoM) dibandingkan estimasi Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 0,3%. Hal ini membuat tingkat inflasi tahunan mencapai 3%, lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 2,9%.

The Fed mempertahankan target suku bunga pada kisaran 4,25% hingga 4,5% pada pertemuan kebijakan Januari 2025.

Lebih lanjut Bowman menerangkan, tingkat suku bunga saat ini sesuai untuk memungkinkan Komite untuk bersabar dan lebih memperhatikan data inflasi seiring perkembangannya.

"Sikap kebijakan saat ini juga memberikan kesempatan untuk meninjau lebih lanjut indikator aktivitas ekonomi dan mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap ekonomi," imbuh Bowman.

Sementara itu, kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang terbesar AS telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ekonom tentang harga yang lebih tinggi.

Harapan untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut pada 2025 telah melemah karena perang dagang Trump. Para trader saat ini memperkirakan hanya satu penurunan suku bunga seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) tahun ini, menurut CME Group Data.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia