Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut Ukraina Tak Seharusnya Memulai Perang dengan Rusia

Penulis : Grace El Dora
19 Feb 2025 | 09:29 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada media di Mar-a-Lago pada Selasa (18/2/2025) di Palm Beach, Florida, AS. (Foto: AP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada media di Mar-a-Lago pada Selasa (18/2/2025) di Palm Beach, Florida, AS. (Foto: AP)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Ukraina tak seharusnya memulai perang dengan Rusia. Presiden yang baru dilantik pada 20 Januari 2025 itu menyatakan Ukraina bertanggung jawab atas invasi Rusia ke negara itu tiga tahun lalu, dengan alasan pemerintah Ukraina dapat membuat kesepakatan untuk menghindari konflik.

"Anda seharusnya tidak pernah memulainya," ucap Trump tentang Ukraina, seperti dikutip NBC internasional, Rabu (19/2/2025). Trump juga melontarkan kritik pada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang telah menyatakan kekhawatiran karena negaranya tidak diikutsertakan dalam pembicaraan antara AS dan Rusia pada Selasa di Riyadh, Arab Saudi.

"Saya pikir saya memiliki kekuatan untuk mengakhiri perang ini, dan saya pikir ini berjalan dengan sangat baik. Namun hari ini saya mendengar, 'Oh, ya, kami tidak diundang.' Anda telah berada di sana selama tiga tahun. Anda seharusnya tidak pernah memulainya. Anda dapat membuat kesepakatan," ucap Trump di resor Mar-a-Lago miliknya.

ADVERTISEMENT

Trump kembali melanjutkan komentar pedasnya.

“Saya bisa saja membuat kesepakatan untuk Ukraina yang akan memberi mereka hampir semua tanah, segalanya, hampir semua tanah, dan tidak akan ada orang yang terbunuh, dan tidak akan ada kota yang dihancurkan, dan tidak akan ada satu kubah pun yang dirobohkan. Namun mereka memilih untuk tidak melakukannya dengan cara itu,” lanjut dia

Hingga berita ini ditayangkan, Kedutaan Besar Ukraina di Washington belum menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Trump.

AS dan Rusia pada Selasa sepakat dalam pembicaraan tingkat tinggi untuk membangun kembali staf kedutaan, yang berbeda dari kebijakan Amerika sebelumnya tentang masalah tersebut.

Sebelumnya, Zelensky pada Selasa (18/2/2025) menyampaikan komentarnya. “Ukraina tidak tahu apa-apa tentang (perundingan) itu,” tukasnya.

Minggu lalu, Trump mengatakan dirinya dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon tentang mengakhiri perang, semakin banyak membuat komentar yang telah mendukung presiden Rusia tersebut. Ia mengatakan selama wawancara bulan lalu dengan Fox News, Ukraina seharusnya tidak berperang ketika diserang oleh Rusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia