Jumat, 15 Mei 2026

Tingkat Persetujuan Zelensky Masih Tinggi Meski Trump Klaim Hanya 4%

Penulis : Grace El Dora
20 Feb 2025 | 12:56 WIB
BAGIKAN
Jajak pendapat tersebut menemukan kepercayaan terhadap Presiden Ukraina Volodymr Zelensky telah meningkat 5% sejak jajak pendapat terakhir pada Desember 2024. (Foto: Reuters)
Jajak pendapat tersebut menemukan kepercayaan terhadap Presiden Ukraina Volodymr Zelensky telah meningkat 5% sejak jajak pendapat terakhir pada Desember 2024. (Foto: Reuters)

KYIV, investor.id – Jajak pendapat menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Presiden Ukraina Volodymr Zelensky masih tinggi yaitu 57%, meskipun klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hanya mencapai 4%.

Jajak pendapat tersebut menemukan kepercayaan terhadap telah meningkat 5% sejak jajak pendapat terakhir pada Desember 2024.

Jajak pendapat terbaru ini dirilis pada Rabu (19/2/2025), lapor AFP, hanya beberapa jam setelah Trump mengatakan tingkat persetujuan Zelensky hanya 4%.

ADVERTISEMENT

Trump menyerukan soal pemilihan presiden di Ukraina, yang dilarang berdasarkan darurat militer. "Tingkat persetujuannya turun menjadi 4%," lapor media AS.

Sebuah jajak pendapat telepon yang melibatkan 1.000 orang oleh Institut Sosiologi Internasional Kyiv yang disegani menemukan 57% responden memercayai Zelensky, sedangkan 37% mengatakan tidak, sisanya belum menentukan pilihan.

Jajak pendapat tersebut menemukan kepercayaan terhadap Zelensky telah meningkat 5% sejak jajak pendapat terakhir pada Desember 2024, meskipun Ukraina mengalami kemunduran militer.

Peringkat presiden Ukraina sempat melonjak hingga 90% pada Maret 2022 setelah Rusia menginvasi, menurut lembaga tersebut. “(Zelensky) mempertahankan tingkat kepercayaan yang cukup tinggi," tulis penulis jajak pendapat tersebut.

Komentar Trump menggemakan klaim Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan Zelensky bukanlah presiden yang sah.

Undang-undang Ukraina mengatakan pemilihan presiden dilarang selama darurat militer, yang diperkenalkan pada 24 Februari 2022. Jika saat itu adalah masa damai, masa jabatan Zelensky akan berakhir pada Mei 2024.

Para kritikus telah menunjuk pada poin yang bertentangan dalam konstitusi Ukraina yang mengatakan tidak ada presiden yang dapat menjabat lebih dari lima tahun, tetapi harus menjabat hingga penggantinya dipilih.

Zelensky berpendapat, mengadakan pemilihan sekarang tidak mungkin karena jutaan warga Ukraina tinggal di luar negeri atau bertempur di militer dan risiko keamanan terlalu tinggi.

Penulis jajak pendapat mengatakan mayoritas masyarakat Ukraina terus berpegang pada pendapat bahwa pemilihan harus diadakan setelah perang.

Tidak jelas bagaimana Trump sampai pada angka rating 4%.

Analis politik Rusia Fyodor Lukyanov di Moskow menjelaskan, angka ini merupakan ciri khas Trump. “(Pemimpin AS) tidak memperhatikan hal-hal yang membosankan seperti fakta dan angka,” tambah Lukyanov.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia