Jumat, 15 Mei 2026

Kolaborasi Indonesia-Australia Mempercepat Pengembangan Industri Fesyen

Penulis : Grace El Dora
21 Feb 2025 | 10:56 WIB
BAGIKAN
Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Gita Kamath (tengah) dan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Ani Nigeriawati (kedua kanan) berfoto bersama tiga desainer yang akan mengikuti program pertukaran fesyen di Australia, di Jakarta pada 20 Februari 2025. (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)
Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Gita Kamath (tengah) dan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Ani Nigeriawati (kedua kanan) berfoto bersama tiga desainer yang akan mengikuti program pertukaran fesyen di Australia, di Jakarta pada 20 Februari 2025. (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)

JAKARTA, investor.id – Kolaborasi Indonesia-Australia akan mempercepat pengembangan industri fesyen. Kementerian Luar Negeri RI menilai, program pertukaran fesyen yang diselenggarakan bersama Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta dapat membantu desainer Indonesia mengembangkan industri fesyen di Tanah Air.

“Kami berharap nanti setelah kembali dari Australia untuk berbagi pengalaman dan apa yang telah kalian pelajari di Australia, terutama tren yang berfokus pada keberlanjutan, sirkularitas dalam fesyen, etika, serta bagaimana fesyen bisa menceritakan kisah,” papar Direktur Diplomasi Publik Kemlu Ani Nigeriawati di Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Program tersebut akan melibatkan tiga perancang mode peraih Australia Awards yaitu Auguste Soesastro, Lia Mustafa, dan Nonita Respati yang akan berkunjung ke Melbourne pada Minggu (23/2/2025).

ADVERTISEMENT

Ketiganya akan berbagi wawasan dengan masyarakat Australia tentang batik dan fesyen pada Melbourne Fashion Week.

Ani berharap program satu pekan itu dapat membantu industri fesyen Indonesia memasuki pasar Australia dan melakukan lebih banyak proyek kolaboratif untuk keuntungan kedua negara.

“Bagi kami, ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mereka untuk membekali keterampilan pribadi mereka, tetapi platform dan penghargaan semacam ini sangat berarti untuk berkontribusi pada hubungan bilateral yang lebih dekat antara Indonesia dan Australia,” ungkap Ani.

Ia menjelaskan, program tersebut lahir dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.

Pada Agustus 2024 sejumlah desainer Australia berkesempatan mempelajari kerajinan lokal di Yogyakarta lewat Emerging Designer Bootcamp For Jogja Fashion Week 2024.

Inisiatif itu diperkuat dengan penandatanganan kerja sama provinsi kembar (sister province) antara Yogyakarta dan negara bagian Victoria di Australia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia