Jumat, 15 Mei 2026

Investasi Energi Bersih China Mendekati Skala Fosil Global

Penulis : Happy Amanda Amalia
22 Feb 2025 | 13:19 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Seorang teknisi perempuan memeriksa panel surya fotovoltaik. (Freepik)
Ilustrasi Seorang teknisi perempuan memeriksa panel surya fotovoltaik. (Freepik)

BEIJING, investor.id – Laporan riset dari Carbon Bries di Inggris menunjukkan bahwa Pemerintah China telah menginvestasikan 6,8 triliun yuan (US$ 940 miliar) untuk energi bersih pada 2024. Angka ini mendekati investasi global sebesar US$ 1,12 triliun untuk bahan bakar fosil.

Meskipun pertumbuhan investasi energi bersih di China melambat dari 40% pada 2023 menjadi 7% karena kelebihan kapasitas. Lebih dari separuh investasi tersebut berasal dari industri kendaraan listrik, baterai, dan tenaga surya yang sedang berkembang di Negeri Tirai Bambu.

Menurut penelitian Carbon Brief, yang dilakukan oleh para analis di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) yang berbasis di Helsinki, kontribusi sektor itu terhadap produk domestic bruto (PDB) China tumbuh menjadi 10% pada tahun 2024, naik dari 9% pada 2023.

ADVERTISEMENT

Energi bersih juga dilaporkan tumbuh tiga kali lebih cepat daripada ekonomi China, tetapi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi di negara itu turun menjadi 26% dari PDB tahun lalu dibandingkan dengan 40% pada 2023. Hal ini seiring dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi energi bersih.

Energi bersih didefinisikan sebagai industri yang mencakup kendaraan listrik dan baterai, manufaktur terbarukan dan pembangkit listrik, kereta api, jaringan listrik dan penyimpanan serta efisiensi energi.

“Kontribusi yang lebih lemah terhadap pertumbuhan PDB juga disebabkan oleh deflasi dan jatuhnya harga peralatan energi terbarukan seperti tenaga surya dan baterai, meskipun harga yang lebih rendah membantu meningkatkan adopsi energi terbarukan,” demikian menurut laporan tersebut, dilansir Reuters.

Industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang sedang berkembang di China tercatat menyumbangkan bagian terbesar dari PDB. Yang mana 3 triliun yuan PDB dari produksi EV dan hibrida sementara 1,4 triliun yuan datang dari investasi pabrik. Infrastruktur pengisian daya pun menyumbang 122 miliar yuan.

Tenaga surya juga diklaim sebagai penyumbang PDB terbesar berikutnya sebesar 2,8 triliun yuan, dengan 1 triliun di antaranya terkait dengan investasi dalam proyek pembangkit listrik.

Ada pun ivestasi manufaktur tenaga surya menyumbang 779 miliar yuan terhadap PDB, berada di bawah pembangkit listrik karena harga panel surya China mencapai titik terendah sepanjang masa. Ekspor komponen dan pembangkit listrik masing-masing menyumbang 607 miliar dan 386 miliar yuan.

Para peneliti memperkirakan pertumbuhan investasi energi bersih terus berlanjut dengan cepat hingga 2025, tahun terakhir dari rencana lima tahun saat ini. Namun mereka mengatakan memiliki target yang lebih ambisius untuk rencana berikutnya pada  2026-2030 guna mempertahankan tingkat penyebaran energi bersih saat ini.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia