Jumat, 15 Mei 2026

US-Ukraina Pada Tahap Akhir Pembahasan Kesepakatan Hak Mineral

Penulis : Grace El Dora
22 Feb 2025 | 19:27 WIB
BAGIKAN
Gambar udara ini menunjukkan kendaraan lapis baja Rusia yang terbakar di pinggiran Kyiv, Ukraina pada 1 April 2022, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (Foto: Ronaldo SCHEMIDT/ AFP)
Gambar udara ini menunjukkan kendaraan lapis baja Rusia yang terbakar di pinggiran Kyiv, Ukraina pada 1 April 2022, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (Foto: Ronaldo SCHEMIDT/ AFP)

ISTANBUL, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Ukraina pada tahap akhir pembicaraan kesepakatan hak mineral. Kedua negara tersebut hampir menyelesaikan perundingan kesepakatan yang akan memberikan hak kepada pemerintah AS atas mineral berharga Ukraina, sebagai kompensasi atas bantuan AS melawan invasi Rusia, menurut sebuah laporan terbaru yang dikutip Anadolu, Sabtu (22/2/2025).

Kesepakatan dapat diselesaikan paling cepat Sabtu, meskipun negosiasi masih berlangsung, lapor Wall Street Journal pada Jumat (21/2/2025), mengutip sumber yang mengetahui negosiasi tersebut. Ketentuan khusus dari kesepakatan tersebut masih belum jelas.

Otoritas Ukraina awalnya menolak menandatangani perjanjian awal pekan ini, yang menyebabkan ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan meningkatkan kekhawatiran tentang potensi keretakan antara AS dan Ukraina.

ADVERTISEMENT

Dalam pidato video yang dirilis Jumat, Presiden Zelensky mengisyaratkan kemajuan mengatakan negosiator AS dan Ukraina sedang mengerjakan rancangan perjanjian.

"Ini adalah perjanjian yang dapat memperkuat hubungan kita, dan kuncinya adalah menyusun rincian untuk memastikan efektivitasnya. Saya menantikan hasilnya, hasil yang adil," ucap Zelensky seperti dikutip Anadolu, Sabtu.

Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent mengajukan usulan kepada Zelensky saat berkunjung ke Kiev, ibu kota Ukraina, pekan lalu.

Namun Ukraina menolak menandatangani saat itu, dengan alasan perlunya peninjauan lebih lanjut dan permintaan jaminan keamanan. Pejabat Ukraina mencatat mereka hanya punya beberapa jam untuk memeriksa usulan tersebut sebelum diajukan secara resmi.

"Saya pikir mereka menginginkannya. Mereka merasa senang tentang hal itu," ucap Presiden Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (21/2/2025) ketika ditanya tentang potensi kesepakatan hak mineral dengan Ukraina.

Penolakan awal Zelensky terhadap usulan dari Bessent menyebabkan meningkatnya ketegangan, dengan Trump menyebut Zelensky sebagai "diktator" setelah pemimpin Ukraina itu menyatakan Trump dipengaruhi oleh disinformasi Rusia.

Pada Kamis, Letnan Jenderal pensiunan Keith Kellogg, utusan Trump untuk Ukraina, bertemu Zelensky di Kiev. Pertemuan ini kemudian digambarkan oleh Presiden Ukraina sebagai pertemuan yang "mengembalikan harapan".

Zelensky mengatakan ia menginstruksikan timnya untuk bekerja "dengan cepat dan bijaksana" dalam negosiasi tersebut.

Menurut sumber yang dekat dengan pemerintah Ukraina, Kellogg memainkan peran kunci dalam menyelesaikan persyaratan kesepakatan dengan membangun kepercayaan dengan Zelensky dan pejabat lainnya selama kunjungan tiga hari ke Kiev.

Perselisihan tersebut menimbulkan kekhawatiran di antara sekutu AS bahwa Trump mungkin akan menarik dukungan dari Ukraina, yang telah bergantung pada bantuan militer dan keuangan Amerika selama tiga tahun untuk mempertahankan diri dari Rusia.

Trump mendorong agar perang antara Rusia dan Ukraina segera berakhir. Pejabat senior AS dan Rusia bertemu di Arab Saudi pada Selasa dan sepakat untuk membentuk tim untuk merundingkan penyelesaian.

Namun, Zelensky menyatakan frustrasi karena dikecualikan dari perundingan dengan mengatakan Ukraina tidak akan menerima kesepakatan apa pun yang tidak dinegosiasikannya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia