Warren Buffett Pilih Sikap Defensif dalam Surat Tahunannya
Warren Buffett hanya berdiam diri di tengah pasar saham yang sedang naik daun yang telah membuat S&P 500 naik lebih dari 20% selama dua tahun berturut-turut dan kembali bergerak ke zona hijau sepanjang tahun ini. Namun, beberapa keretakan mulai berkembang dalam seminggu terakhir, dengan beberapa kekhawatiran yang berkembang tentang ekonomi yang melambat, volatilitas dari perubahan kebijakan yang cepat dari Presiden baru Donald Trump, dan valuasi saham secara keseluruhan.
Saham Berkshire naik masing-masing 25% dan 16% dalam dua tahun terakhir dan naik 5% sejauh ini tahun ini.
Buffett mungkin memberikan sedikit petunjuk tentang valuasi saham yang menjadi perhatian dalam surat tersebut.
“Kami tidak memihak dalam memilih kendaraan ekuitas, berinvestasi dalam salah satu jenis berdasarkan di mana kami dapat menggunakan tabungan Anda (dan keluarga saya) dengan sebaik-baiknya. Sering kali, tidak ada yang tampak menarik; sangat jarang kita menemukan diri kita tenggelam dalam peluang,” lanjut Buffett.
Dalam surat tahun ini, Buffett mendukung penerus yang ditunjuk Greg Abel dalam kemampuannya untuk memilih peluang ekuitas, bahkan membandingkannya dengan mendiang Charlie Munger.
“Sering kali, tidak ada yang tampak menarik; sangat jarang kita menemukan diri kita tenggelam dalam peluang. Greg telah dengan jelas menunjukkan kemampuannya untuk bertindak pada saat-saat seperti yang dilakukan Charlie,” tuturnya.
Pada rapat tahunan tahun lalu, Buffett mengejutkan banyak orang dengan mengumumkan Abel, wakil ketua operasi nonasuransi, akan memegang keputusan akhir atas semua keputusan investasi Berkshire, termasuk mengawasi portofolio saham publik.
Beberapa investor dan analis berspekulasi langkah konservatif Warren Buffett tahun lalu bukanlah keputusan pasar. Tetapi, Buffett mempersiapkan perusahaan untuk Abel dengan memangkas posisi yang terlalu besar dan mengumpulkan uang tunai untuk digunakannya suatu hari nanti.
Warren Buffett memang memberi sinyal ia akan menggunakan modal di satu area, yaitu lima perusahaan dagang Jepang yang mulai dibelinya hampir enam tahun lalu.
“Seiring waktu, Anda mungkin akan melihat kepemilikan Berkshire atas kelima perusahaan itu sedikit meningkat,” tulisnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






