Presiden Ukraina Rela Lepas Jabatan Demi Gabung dengan NATO
KYIV, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dirinya rela melepas jabatan presiden jika itu berarti negaranya akan diterima dalam aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Pernyataan ini disampaikannya menjelang peringatan tiga tahun invasi Rusia.
Zelensky telah menghadapi kritik keras dari pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang baru. Ia mengaku ia ingin bertemu Presiden AS Donald Trump sebelum Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, lapor AFP, Senin (24/2/2025).
Zelensky telah menyerukan agar Ukraina diberi keanggotaan NATO sebagai bagian dari kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang, tetapi aliansi yang dipimpin AS enggan memberikan janji.
"Jika ada perdamaian untuk Ukraina, jika Anda benar-benar membutuhkan saya untuk meninggalkan jabatan saya, saya siap. ... Saya dapat menukarnya dengan NATO," ucap Zelensky dalam konferensi pers di Kyiv. Pemimpin Ukraina itu menambahkan, ia akan mengundurkan diri "segera" jika perlu.
Zelensky dan Trump terlibat dalam perang kata-kata sejak pejabat AS dan Rusia bertemu minggu lalu di Riyadh, Arab Saudi untuk pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka dalam tiga tahun. Langkah itu mengguncang kebijakan Barat untuk mengisolasi Rusia dan membuat marah para pemimpin Ukraina dan Eropa karena mereka tidak diundang.
Dalam serangkaian serangan verbal selama seminggu terakhir, Trump telah mencap Zelensky sebagai "diktator", secara keliru mengklaim Ukraina "memulai" perang. Bertentangan dengan jajak pendapat independen, Trump juga mengklaim Zelensky tidak populer di dalam negeri.
Zelensky mengatakan dia tidak tersinggung oleh komentar Trump. Pria berusia 47 tahun itu siap untuk menguji popularitasnya dalam pemilihan umum setelah darurat militer berakhir di Ukraina.
"Orang akan tersinggung dengan kata 'diktator', jika dia seorang diktator. Saya sangat ingin Trump saling memahami," ucap Zelensky dalam konferensi pers. Ia menilai "jaminan keamanan" dari presiden AS "sangat dibutuhkan".
Zelensky juga meminta Trump untuk bertemu dengannya sebelum pertemuan puncak dengan Putin. Ia menambahkan, telah terjadi "kemajuan" dalam kesepakatan untuk memberikan pemerintah Amerika akses istimewa ke sumber daya penting Ukraina.
Menjanjikan
Sebelumnya, pemerintah Rusia memuji dialog antara Trump dan Vladimir Putin. Juru bicara Rusia Dmitry Peskov menyebut dua presiden "luar biasa" itu "menjanjikan".
"Penting agar tidak ada yang menghalangi kita untuk mewujudkan keinginan politik kedua kepala negara," jelas juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada televisi pemerintah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






