Jumat, 15 Mei 2026

Xi Jinping Bertelepon dengan Putin Bahas Ukraina

Penulis : Grace El Dora
24 Feb 2025 | 23:49 WIB
BAGIKAN
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

BEIJING, investor.id – Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara lewat panggilan telepon pada Senin (24/2/2025). Kedua pemimpin itu membahas perundingan damai terbaru antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Rusia dalam upaya penyelesaian krisis Ukraina.

"Presiden Putin memberikan informasi terkini tentang interaksi terbaru antara Rusia dan Amerika Serikat, dan tentang posisi Rusia terhadap krisis Ukraina," jelas pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri China yang dikutip ANTARA di Beijing, China pada Senin (24/2/2025).

Putin mengatakan, pemerintah Rusia berkomitmen untuk menyelesaikan akar penyebab konflik dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Xi mengatakan sejak awal krisis Ukraina, Presiden Xi telah menyampaikan posisi China termasuk empat poin tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatasi krisis tersebut.

"September lalu, China dan Brasil, bersama dengan negara-negara 'Global South' lain meluncurkan kelompok 'Sahabat Perdamaian' untuk mendorong terciptanya suasana dan kondisi penyelesaian politik krisis tersebut. China menyambut baik upaya positif yang dilakukan oleh Rusia dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan krisis tersebut," ungkap Presiden Xi dalam pernyataan tersebut.

Presiden Xi juga menjelaskan, dari sejarah telah ditunjukkan China dan Rusia ditakdirkan untuk menjadi tetangga yang baik, sahabat sejati yang berbagi suka dan duka, saling mendukung serta mendukung pembangunan bersama.

"Hubungan bilateral kami memiliki kekuatan pendorong internal yang kuat dan nilai strategis yang unik. Hubungan ini tidak ditujukan atau dipengaruhi oleh pihak ketiga mana pun. Kedua negara memiliki strategi pembangunan jangka panjang dan kebijakan luar negeri," tambah Xi.

Tidak peduli bagaimana lanskap internasional berubah, Presiden Xi mengatakan hubungan China-Rusia akan terus maju dengan kecepatannya pribadi, berkontribusi pada pembangunan dan revitalisasi masing-masing negara dan memberikan stabilitas dan hal-hal positif ke dalam hubungan internasional.

Di pihak lain, Presiden Putin mengatakan Rusia sangat mementingkan hubungannya dengan China.

"Pada tahun mendatang, Rusia berharap untuk mempertahankan komunikasi para pejabat tinggi dengan China, memperdalam kerja sama praktis. Mengembangkan hubungan dengan China merupakan pilihan strategis yang dibuat oleh Rusia dengan pandangan jangka panjang," terang Putin.

Hal tersebut, menurut Putin, bukanlah tindakan yang tergesa-gesa, tidak terpengaruh oleh insiden sementara, dan tidak tunduk pada campur tangan faktor eksternal.

"Dalam situasi saat ini, komunikasi yang erat antara Rusia dan China sesuai dengan kemitraan strategis komprehensif kedua negara untuk koordinasi dalam era baru, dan akan mengirimkan pesan positif bahwa Rusia dan China memainkan peran yang menstabilkan dalam urusan internasional," imbuhnya.

Kedua kepala negara juga sepakat untuk menjaga komunikasi dan koordinasi dengan berbagai cara. Perundingan damai terbaru dalam penyelesaian krisis Ukraina dilakukan pada 18 Februari 2025 di Istana Diriyah, Riyadh, Arab Saudi antara delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio dan delegasi Rusia yang dipimpin Menlu Sergei Lavrov.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak dilaporkan telah menetapkan mekanisme konsultasi untuk mengatasi hal-hal yang mengganggu hubungan bilateral, termasuk dengan kemungkinan penataan kembali staf kedutaan masing-masing negara.

Masing-masing tim juga akan mulai bekerja untuk mengakhiri konflik di Ukraina sesegera mungkin dengan mekanisme berkelanjutan dan dapat diterima oleh semua pihak.

Selain itu, pembicaraan tersebut juga meletakkan dasar kerja sama pada masa mendatang yang menjadi kepentingan geopolitik, peluang ekonomi maupun investasi bersejarah sebagai hasil keberhasilan penyelesaian konflik Ukraina.

Para pihak juga berjanji untuk tetap terlibat guna memastikan proses tersebut berjalan maju secara tepat waktu dan produktif, dan satu kali telepon dan satu pertemuan tidak cukup sehingga akan ada tindak lanjut agar benar-benar menyelesaikan konflik Ukraina yang sudah berlangsung sejak 24 Februari 2022.

Sebagai respon atas pertemuan itu, negara-negara Eropa langsung mengadakan pertemuan darurat di Istana Elysee, Paris dan sepakat untuk terus mendukung Ukraina tetapi berbeda pendapat mengenai pengerahan pasukan penjaga perdamaian.

Hubungan AS-Eropa memburuk bulan ini setelah Presiden Trump memulai diskusi langsung dengan Putin tentang perundingan perdamaian Ukraina tanpa keterlibatan Eropa.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menekankan bahwa pasukan AS tidak akan menjadi bagian dari jaminan keamanan apa pun dan menyarankan agar negara-negara Eropa, bukan AS, menyediakan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia