Tarif Trump Ganggu Sentimen, Jepang Pimpin Penurunan Pasar Asia Pasifik
TOKYO, investor.id – Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbukti ganggu sentimen pasar saham, dengan Jepang memimpin penurunan di pasar Asia Pasifik pada Selasa (4/3/2025). Saham Jepang anjlok lebih dari 2%, setelah Trump menegaskan tarif untuk Meksiko dan Kanada akan berlaku sesuai rencana.
Indeks acuan Nikkei 225 anjlok 2,13%, sementara indeks Topix yang lebih luas anjlok 1,32%.
Baca Juga:
Wall Street Ambruk Akibat Tarif TrumpTingkat ketenagakerjaan Jepang untuk Januari mencapai 2,5%, sedikit lebih tinggi dari estimasi Reuters sebesar 2,4%.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,21% dalam perdagangan yang tidak menentu, sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil anjlok 1,05% di awal hari. Penjualan ritel negara itu untuk Januari 2025 turun 0,6% dari bulan sebelumnya. Estimasi yang direvisi menunjukkan kenaikan 0,2% dalam metrik tersebut pada Desember 2024.
Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berada di angka 22.910 yang menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di angka 23.006,27.
Investor akan terus mencermati saham-saham China menjelang pertemuan parlemen tahunan negara itu, yang dikenal sebagai "Dua Sesi", yang akan dimulai hari ini.
S&P/ ASX 200 Australia diperdagangkan 0,84% lebih rendah.
Semalam di AS, ketiga indeks utama turun. Trump menegaskan kembali pungutan 25% atas impor dari Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada Selasa di Amerika Serikat.
S&P 500 turun 1,76% hingga mengakhiri hari di angka 5.849,72. Ini menandai hari terburuknya sejak Desember dan menyebabkan kinerja tahun berjalannya turun sekitar 0,5%. Dow Jones Industrial Average turun 649,67 poin, atau 1,48%, dan ditutup pada level 43.191,24. Nasdaq Composite turun 2,64% dan ditutup pada level 18.350,19, terbebani oleh penurunan saham Nvidia lebih dari 8%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






