Kamis, 14 Mei 2026

Korut Buka Negaranya untuk Wisatawan Asing

Penulis : Grace El Dora
4 Mar 2025 | 13:51 WIB
BAGIKAN
Sekelompok wisatawan Rusia, yang kemungkinan merupakan wisatawan asing pertama dari negara mana pun yang memasuki Korea Utara sejak pandemi, tiba di Bandara Internasional Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara pada 9 Februari 2024. (Foto: AP/Cha Song Ho)
Sekelompok wisatawan Rusia, yang kemungkinan merupakan wisatawan asing pertama dari negara mana pun yang memasuki Korea Utara sejak pandemi, tiba di Bandara Internasional Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara pada 9 Februari 2024. (Foto: AP/Cha Song Ho)

Hubungan antara Korut dan China mendingin karena China menunjukkan keengganannya untuk bergabung dengan aliansi tiga arah anti-AS dengan Korut dan Rusia, kata para pengamat.

Sebelum pandemi, pariwisata merupakan sumber mata uang asing yang mudah dan sah bagi Korut, salah satu negara yang paling banyak dikenai sanksi di dunia karena program nuklirnya.

Korut Buka Negaranya untuk Wisatawan Asing
Dalam gambar yang diambil dari video yang disediakan oleh Koryo Tours, wisatawan memesan minuman di bar di Rason, Korea Utara pada 20 Februari 2025. (Foto: Koryo Tours via AP)

Korut diperkirakan akan membuka situs pariwisata besar-besaran di pantai timur pada Juni 2025. Pada Januari 2025 ketika Presiden AS Donald Trump membanggakan hubungannya dengan Kim Jong Un, ia melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir ia memiliki kemampuan kondominium yang luar biasa. Ia memiliki banyak garis pantai," kata Trump. Itu mungkin merujuk pada lokasi pantai timur.

Kembalinya wisatawan China akan menjadi kunci untuk menjadikan industri pariwisata Korut menguntungkan karena mereka mewakili lebih dari 90% dari total wisatawan internasional sebelum pandemi, kata Lee Sangkeun, pakar di Institut Strategi Keamanan Nasional. Lembaga pemikir ini dijalankan oleh badan intelijen Korsel. Ia mengatakan, di masa lalu hingga 300.000 wisatawan China mengunjungi Korut setiap tahun.

"Korea Utara telah banyak berinvestasi di lokasi pariwisata, tetapi tidak banyak permintaan domestik. Kami dapat menilai bahwa Korea Utara sekarang ingin melanjutkan pariwisata internasional untuk mendatangkan banyak wisatawan dari luar negeri," ujar Lee, seperti dikutip Associated Press, Selasa (4/3/2025).

Pembatasan yang biasanya diberlakukan Korut pada wisatawan asing, misalnya persyaratan agar mereka bepergian dengan pemandu lokal dan pelarangan fotografi di tempat-tempat sensitif, kemungkinan akan merugikan upayanya untuk mengembangkan pariwisata.

Lee mengatakan Rason, lokasi di pantai timur dan Pyongyang akan menjadi tempat di mana Korut merasa dapat dengan mudah memantau dan mengendalikan wisatawan asing.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 30 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 60 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia