Jumat, 15 Mei 2026

Trump Ancam Hancurkan Gaza Bila Sandera Tak Dibebaskan

Penulis : Grace El Dora
6 Mar 2025 | 13:42 WIB
BAGIKAN
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk bersiap menghadapi pemangkasan staf. (Foto: Reuters)
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk bersiap menghadapi pemangkasan staf. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan Gaza lebih lanjut, jika semua sandera yang tersisa tidak dibebaskan. Trump mengeluarkan ultimatum kepada para pemimpin Hamas untuk melarikan diri.

Dengan sangat mendukung Israel saat gencatan senjata hampir tercapai, Trump mengatakan dirinya "mengirimkan semua yang dibutuhkan Israel untuk menyelesaikan tugasnya". Sedangkan pemerintahannya mempercepat pengiriman senjata senilai miliaran dolar ke Israel.

"Bebaskan semua sandera sekarang, jangan nanti, dan segera kembalikan semua mayat orang-orang yang Anda bunuh, atau semuanya akan BERAKHIR bagi Anda," tulisnya di platform Truth Social miliknya, setelah bertemu dengan para sandera yang dibebaskan seperti dikutip AFP pada Kamis (6/3/2025).

ADVERTISEMENT

"Ini peringatan terakhir Anda! Bagi para pemimpin, sekaranglah saatnya untuk meninggalkan Gaza, selagi Anda masih punya kesempatan," unggahnya.

Trump juga menegaskan akan ada dampak buruk bagi Gaza secara keseluruhan. Hampir seluruh penduduk telah mengungsi dari Jalur Gaza akibat kampanye militer Israel yang gencar sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Trump Ancam Hancurkan Gaza Bila Sandera Tak Dibebaskan
Tahanan Palestina yang dibebaskan mengacungkan tanda V saat tiba di Jalur Gaza setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza, Kamis (27/2/2025). (Foto: AP/Jehad Alshrafi)

"Untuk Rakyat Gaza: Masa Depan yang indah menanti, tetapi tidak jika Anda menyandera. Jika Anda melakukannya, Anda MATI!" tulis Trump.

Komentarnya mengikuti peringatan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tentang "konsekuensi yang tidak dapat Anda bayangkan", jika Hamas tidak menyerahkan sandera yang tersisa yang disita dalam serangan 7 Oktober 2023.

Fase pertama gencatan senjata berakhir selama akhir pekan, setelah enam minggu relatif tenang yang mencakup pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Sementara Israel mengatakan ingin memperpanjang fase pertama hingga pertengahan April, Hamas bersikeras pada transisi ke fase kedua, yang seharusnya mengarah pada akhir perang secara permanen.

Namun, Israel telah meningkatkan tekanan tidak hanya dengan ancaman dengan menghentikan semua masuknya barang dan pasokan ke Gaza. Ia memperbarui pendekatan garis keras yang sebelumnya ditentang oleh pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Joe Biden.

"Hamas memang telah mengalami pukulan berat, tetapi belum dikalahkan. Misinya belum tercapai," kata kepala militer baru Israel Eyal Zamir pada Rabu (5/3/2025).

Pemerintah Prancis, Inggris, dan Jerman pada Rabu bersama-sama menyebut situasi kemanusiaan di Gaza sebagai bencana besar. Pihaknya mendesak Israel untuk memastikan pengiriman bantuan tanpa hambatan.

Sementara otoritas Afrika Selatan mengatakan, pembatasan bantuan Israel ke Gaza sejak akhir pekan sama saja dengan menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

Pembicaraan dengan Hamas

Bahasa agresif Trump muncul setelah pihak berwenang AS mengonfirmasi pembicaraan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Hamas. Utusan AS untuk urusan penyanderaan, Adam Boehler, membahas sandera Amerika.

"Lihat, dialog dan berbicara dengan orang-orang di seluruh dunia untuk melakukan apa yang menjadi kepentingan terbaik rakyat Amerika adalah sesuatu yang menurut Presiden" benar, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Pemerintah AS telah menolak kontak langsung dengan militan Palestina sejak melarang mereka sebagai organisasi teroris pada 1997. Namun Leavitt mengatakan, utusan sandera dalam perannya memiliki wewenang untuk berbicara dengan siapa pun.

Baik perwakilan kepresidenan AS dari Gedung Putih maupun perwakilan PM Netanyahu mengonfirmasi Israel telah diajak berkonsultasi terlebih dahulu mengenai pembicaraan tersebut.

Lima warga Amerika diyakini masih berada di antara para sandera. Empat dari mereka telah dipastikan tewas dan yang lainnya, Edan Alexander, diyakini masih hidup.

Serangan Hamas mengakibatkan kematian 1.218 orang, sebagian besar warga sipil. Sementara itu pembalasan militer Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 48.440 orang, sebagian besar juga warga sipil, menurut data dari kedua belah pihak.

Dari 251 tawanan yang ditawan selama serangan Hamas, sebanyak 58 orang masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang telah dikonfirmasi tewas oleh militer Israel.

Keraguan Terhadap Rencana Arab

Trump telah mengajukan usulan untuk mengambil alih Jalur Gaza dan menggusur penduduknya, sebuah gagasan yang telah menuai kecaman luas di seluruh dunia. Para pemimpin Arab telah mencari dukungan untuk rencana alternatif yang mereka ajukan yang akan membiayai rekonstruksi Gaza melalui dana perwalian.

Sebuah draf rencana yang dilihat oleh AFP menguraikan peta jalan lima tahun dengan banderol harga US$ 53 miliar, kira-kira jumlah yang diperkirakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk rekonstruksi Gaza. Tetapi angka tersebut tidak disertakan dalam pernyataan akhir pertemuan puncak tersebut.

Trump Ancam Hancurkan Gaza Bila Sandera Tak Dibebaskan
Ilustrasi ribuan gedung di Gaza tinggal tumpukan puing pasca 15 bulan serbuan Israel. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

Pertemuan puncak tersebut juga menyerukan perwakilan terpadu di bawah Organisasi Pembebasan Palestina untuk menyingkirkan Hamas.

Peneliti kebijakan senior di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri bernama Hugh Lovatt mengatakan rencana baru itu jauh lebih realistis daripada apa yang diusulkan pemerintahan Trump dalam hal dapat dioperasionalkan.

Namun, analis politik Palestina dan mantan menteri Otoritas Palestina Ghassan Khatib skeptis hal itu dapat terjadi secara realistis, mengingat kurangnya rincian tentang pendanaan dan rintangan politik yang akan dihadapinya.

"Tidak masuk akal untuk mengharapkan Israel membatalkan rencana Trump dan mengadopsi rencana orang-orang Arab. Tidak mungkin," tukasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia