Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Naik di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Kekhawatiran Resesi AS

Penulis : Grace El Dora
12 Mar 2025 | 09:15 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita melihat monitor yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas saat dia menunggu di persimpangan lalu lintas di Tokyo, Jepang pada Senin (30/9/2024). (Foto: AP/Hiro Komae)
Seorang wanita melihat monitor yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas saat dia menunggu di persimpangan lalu lintas di Tokyo, Jepang pada Senin (30/9/2024). (Foto: AP/Hiro Komae)

TOKYO, investor.id – Mayoritas pasar Asia Pasifik naik pada Rabu (12/3/2025) di tengah ketidakpastian tarif dan kekhawatiran resesi Amerika Serikat (AS). Ini berbeda dengan Wall Street yang terombang-ambing oleh ketidakpastian atas rencana tarif Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran akan resesi di ekonomi terbesar di dunia.

Perwakilan Gedung Putih mengonfirmasi tarif 25% untuk baja dan aluminium akan berlaku di Kanada dan negara-negara lain mulai Rabu. Tetapi kemudian Trump tidak lagi berencana menggandakan tarif impor baja dan aluminium Kanada menjadi 50%.

Indeks acuan Nikkei 225 Jepang datar pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas naik tipis 0,45%, membalikkan arah dari kerugian pada sesi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Saham produsen mobil Nissan naik 0,84% pada perdagangan awal, menyusul pengumuman CEO Nissan Makoto Uchida akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 1 April 2025. Perusahaan tersebut sempat berunding dengan Honda Motor untuk melakukan merger dan menciptakan perusahaan yang seharusnya menjadi produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan.

Pembahasan tentang hal ini dihentikan, tetapi Honda dilaporkan mengatakan mereka terbuka untuk melanjutkan pembicaraan merger setelah Uchida mengundurkan diri. Sementara itu, saham Honda turun 1,03%.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,06% pada perdagangan awal, sementara Kosdaq yang berkapitalisasi kecil naik 1,48%.

S&P/ ASX 200 Australia turun 1,41%.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berada pada angka 23.765 yang menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI sebesar 23.782,14.

Di tempat lain, India diperkirakan akan merilis angka inflasi untuk Februari 2025. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi akan melambat menjadi 3,98% dari 5,68% pada Januari 2025.

Semalam di AS, saham anjlok di tengah ketidakpastian atas tarif baru yang diusulkan oleh Trump yang terus berubah sepanjang Selasa (11/3/2025). Ketidakpastian kebijakan perdagangan telah membawa indeks acuan ke ambang koreksi, yang didefinisikan sebagai penurunan 10% dari level tertingginya.

S&P 500 mengakhiri sesi dengan penurunan 0,76%, jatuh ke level 5.572,07. Pada level terendahnya pada sesi Selasa, indeks tersebut 10% di bawah rekor penutupannya. Dow Jones Industrial Average turun 478,23 poin, atau 1,14%, dan ditutup pada level 41.433,48. Nasdaq Composite turun 0,18%, dan ditutup pada level 17.436,10.

S&P 500 sempat berada di zona hijau selama sesi perdagangan sebelum Trump mengumumkan di Truth Social bea masuk baja dan aluminium Kanada akan naik dua kali lipat dari 25% menjadi 50%, berlaku mulai Rabu.

Presiden mengambil langkah tersebut sebagai tanggapan atas biaya tambahan yang ditetapkan Pemimpian Ontario Doug Ford atas listrik yang diekspor ke AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia