Kamis, 14 Mei 2026

Peluang Kerja Bidang Kesehatan di Luar Negeri Besar

Penulis : Grace El Dora
18 Mar 2025 | 23:56 WIB
BAGIKAN
Wamen Christina Aryani menyampaikan peluang kerja di luar negeri saat kuliah umum bertema Meniti Karir di Luar Negeri di STIK Stella Maris, Makassar, Sulsel, Selasa (18/3/2025). (Foto: ANTARA/ HO-KP2MI)
Wamen Christina Aryani menyampaikan peluang kerja di luar negeri saat kuliah umum bertema Meniti Karir di Luar Negeri di STIK Stella Maris, Makassar, Sulsel, Selasa (18/3/2025). (Foto: ANTARA/ HO-KP2MI)

JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani memaparkan peluang kerja di luar negeri yang terbuka luas bagi masyarakat Indonesia di bidang kesehatan saat memberikan kuliah umum di sebuah kampus di Makassar, Sulsel pada Selasa (18/3/2025).

"Fenomena yang ada saat ini di dunia, di mana banyak orang tua/ lansia yang memilih hidup sendiri sehingga membuka peluang kerja, serta adanya sektor pekerjaan tertentu yang kurang diminati. Kita bisa mengambil peluang itu," papar Wamen Christina dalam siaran pers KemenP2MI, Selasa.

Dalam kuliah umum berjudul "Meniti Karir di Luar Negeri" di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Stella Maris, Makassar itu, Christina menjelaskan bahwa Kementerian saat ini sedang menggenjot target penempatan pekerja migran yang kompeten di bidangnya agar mampu bersaing di negara tujuan kerja.

ADVERTISEMENT

"Harapannya lulusan STIK Stella Maris Makassar bisa membantu menyumbang penempatan pekerja migran Indonesia di bidang kesehatan di luar negeri," terang Wamen Christina.

Sementara itu, Ketua STIK Stella Maris, Siprianus Abdu mengamini pernyataan Wamen yang mengatakan pekerja migran sektor kesehatan harus kompeten.

Menurut Abdu peningkatan kompetensi mahasiswa STIK telah lama dilakukan, di antaranya mahasiswa diminta untuk mengikuti praktik laboratorium dan praktek di rumah sakit sejak semester dua. Selain itu, mereka juga harus lulus ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) tenaga kesehatan.

"Hal itu untuk menunjang keahlian agar lulus siap ditempatkan di dunia kerja," imbuhnya.

Abdu berharap kedatangan Wamen dapat menambah kepercayaan publik pada lembaga pendidikan kesehatan yang telah berusia 83 tahun dan memiliki enam program studi tersebut.

Selain sektor kesehatan, pekerja migran Indonesia juga berpeluang bekerja di sektor perhotelan dan pariwisata di negara-negara Eropa, atau sektor transportasi darat sebagai sopir bus di Timur Tengah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 16 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia