Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut The Fed Harus Pangkas Suku Bunga Saat Tarif Meningkat

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2025 | 15:08 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, AS pada 21 Januari 2025. (Foto: AP/ Julia Demaree Nikhinson)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, AS pada 21 Januari 2025. (Foto: AP/ Julia Demaree Nikhinson)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan The Federal Reserve (The Fed) harus memangkas suku bunga saat tarif meningkat. Pendapat ini bertolak belakang dengan bank sentral AS, saat para pejabat mempertimbangkan biaya ekonomi dari tarif yang ditetapkannya.

"The Fed akan jauh lebih baik jika memangkas suku bunga saat tarif AS mulai beralih (melonggarkan) ke dalam ekonomi. Lakukan hal yang benar. 2 April adalah Hari Pembebasan di Amerika!!!" unggah Trump dalam lewat media sosialnya Truth Social seperti dikutip Bloomberg, Kamis (20/3/2025).

Unggahan Trump pada Rabu (19/3/2025) muncul saat pemerintahannya bersiap untuk mengungkap gelombang tarif baru, yang menurut Gubernur The Fed Jerome Powell akan memengaruhi perkiraan.

ADVERTISEMENT

Para pejabat Fed mempertahankan suku bunga acuan mereka tetap stabil untuk pertemuan kedua berturut-turut, seperti yang diharapkan. Powell meremehkan kekhawatiran yang membara tentang perlambatan tetapi mengakui ketidakpastian tarif merupakan faktor dan sudah berkontribusi terhadap inflasi barang, tetapi mungkin terbukti sementara.

Pemerintahan Trump bersiap untuk mengumumkan gelombang tarif baru pada 2 April 2025, meskipun cakupan pastinya tidak jelas. Trump telah menjanjikan apa yang disebut tarif timbal balik setidaknya pada beberapa negara sebagai balasan, meskipun pemerintahannya belum menentukan negara mana atau berapa tarifnya.

Trump telah berulang kali mengirim pesan yang membingungkan tentang The Fed, terkadang menyerukan pemotongan dan menolak untuk campur tangan.

Sebelumnya pada Rabu, penasihat ekonomi nasional Trump yaitu Kevin Hassett menekankan presiden AS dan pejabat sangat menghormati independensi The Fed.

Meskipun demikian, Hassett menjelaskan dirinya berbeda dengan perkiraan pertumbuhan The Fed, dengan mengatakan ia mengantisipasi tingkat pertumbuhan 2,5%. Pejabat Fed sekarang memperkirakan ekspansi 1,7%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia