Jumat, 15 Mei 2026

Kamboja Pasrah, RI dan Negara Asean Lain Kompak Berunding dengan AS

Penulis : Prisma Ardianto
3 Apr 2025 | 21:12 WIB
BAGIKAN
Bendera dari negara-negara anggota Asean. (Sumber: Asean.org)
Bendera dari negara-negara anggota Asean. (Sumber: Asean.org)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mengumumkan sikap terhadap kebijakan tarif impor balasan atau tarif resiprokal dari Pemerintah Amerika Serikat (AS). Langkah Indonesia sejalan dengan negara-negara Asean lainnya, yaitu mencoba berunding dan berharap kebijakan itu masih bisa dibicarakan.

Indonesia terkena tarif impor balasan AS sebesar 32%. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso mengatakan Indonesia telah menyiapkan berbagai strategi dan langkah sebagai respons tarif resiprokal AS, yang telah diantisipasi sejak awal tahun.

Pemerintah Indonesia akan melakukan negosiasi dengan pemerintah AS. Tim lintas kementerian dan lembaga, perwakilan Indonesia di AS, dan para pelaku usaha nasional, telah berkoordinasi secara intensif untuk persiapan menghadapi tarif resiprokal AS.

ADVERTISEMENT

“Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS,” ucap Susiwijono dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (3/4/2025).

Sebagai bagian dari negosiasi, pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh Pemerintah AS, terutama yang disampaikan dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative.

Kamboja Pasrah, RI dan Negara Asean Lain Kompak Berunding dengan AS
Pangsa Ekspor Impor Negara & Kawasan Terbesar. (Ilustrasi: Investor Daily)

Pendekatan negosiasi juga dipilih Thailand, dimana Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif balasan impor kepada Thailand sebesar 36%, menjadi salah satu yang tertinggi di Asean. Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtarn Shinawatra menyatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Dilansir dari The Nation, dalam jangka pendek, Thailand akan berupaya melakukan perundingan dengan Pemerintah AS, termasuk tanggapan awal untuk negosiasi yang akan datang.

Ia sekaligus mengklarifikasi tarif impor 72%, yang cenderung memperimbangkan semua tarif batas atas. Setengah dari angka tersebut menghasilkan angka 36%. Pada kenyataannya, tarif rata-rata Thailand adalah 9%.

PM Paetongtarn Shinawatra memastikan langkah-langkah respon, termasuk penyesuaian pajak dan tim negosiasi, yang bertujuan untuk mencapai kompromi dan mencegah dampak pada PDB. Reuters melaporkan, Thailand berharap pertumbuhan ekonomi 3% tahun ini, setelah tertinggal dari negara-negara tetangga dengan pertumbuhan 2,5% pada tahun lalu.

Sikap Kamboja, Malaysia, Vietnam

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia