Jumat, 15 Mei 2026

Kamboja Pasrah, RI dan Negara Asean Lain Kompak Berunding dengan AS

Penulis : Prisma Ardianto
3 Apr 2025 | 21:12 WIB
BAGIKAN
Bendera dari negara-negara anggota Asean. (Sumber: Asean.org)
Bendera dari negara-negara anggota Asean. (Sumber: Asean.org)

Di sisi lain, Vietnam dikenakan tarif impor sebesar 46% oleh AS. Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh memerintahkan pembentukan gugus tugas untuk menangani situasi tekini mengenai impor balasan AS. Melansir Reuters, hal itu disampaikan setelah rapat kabinet darurat pada Kamis pagi. Ia mencatat target pertumbuhan negara sebesar 8% untuk tahun ini tetap tidak berubah.

“Model pertumbuhan Vietnam yang didorong oleh ekspor telah sangat berhasil, menarik perusahaan multinasional ... Namun, tarif AS sebesar 46% akan secara langsung menantang model ini,” kata Leif Schneider, kepala firma hukum internasional Luther di Vietnam.

Vietnam telah membuat sejumlah konsesi baru-baru ini kepada Washington untuk menghindari tarif, termasuk pemotongan bea dan janji untuk mengimpor lebih banyak barang AS, dan kemungkinan akan menawarkan lebih banyak lagi dalam beberapa hari mendatang.

ADVERTISEMENT

“Saya berharap negosiasi akan terus berlanjut mengenai cara mengurangi atau meringankan dampak tarif baru,” kata Adam Sitkoff, direktur eksekutif Kamar Dagang Amerika di Hanoi.

Malaysia yang dikenakan tarif sebesar 24%, mengumumkan tidak akan mengajukan tarif pembalasan dan menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan akan secara aktif bekerja sama dengan otoritas AS untuk mencari solusi yang akan menegakkan semangat perdagangan bebas dan adil.

Kamboja Pasrah, RI dan Negara Asean Lain Kompak Berunding dengan AS
Tarif Terbaru AS. (Sumber: WuBlockchain, X)

Adapun Kamboja dihadapkan pada tarif sebesar 49% yang akan merugikan industri garmen dan alas kakinya. Tak sampai disana, dampak lebih lanjut berpotensi menghancurkan harapan untuk menarik investasi dari negara lain di kawasan tersebut. Seorang konsultan investasi yang berbasis di Kamboja menuturkan bahwa ini adalah situasi yang sangat serius bagi perekonomian negara tersebut.

“Tidak ada yang dapat ditawarkan Kamboja sebagai alat negosiasi, dan akan berada di urutan paling belakang dalam antrian yang sangat panjang,” imbuh konsultan yang tak ingin disebutkan namanya itu.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia