Jumat, 15 Mei 2026

Xi Jinping Secara Tak Langsung Sebut Donald Trump “Perundung”

Penulis : Grace El Dora
4 Apr 2025 | 23:38 WIB
BAGIKAN
Boneka kayu tradisional Rusia yang disebut Matryoshka yang menggambarkan Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump dijual di sebuah toko suvenir di St. Petersburg, Rusia pada 21 November 2024. (Foto: AP/Dmitri Lovetsky)
Boneka kayu tradisional Rusia yang disebut Matryoshka yang menggambarkan Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump dijual di sebuah toko suvenir di St. Petersburg, Rusia pada 21 November 2024. (Foto: AP/Dmitri Lovetsky)

BEIJING, investor.id – Presiden China Xi Jinping dilaporkan mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan menyebutnya sebagai “perundung” (bully). Pemerintah China berpendapat, pengaruh Amerika Serikat yang berlebihan harus dikekang, seperti dikutip laman Weixin pada Jumat (4/4/2025).

Presiden Xi Jinping mengkritik tindakan AS baru-baru ini sebagai praktik tidak adil sepihak yang jelas-jelas melanggar norma perdagangan internasional. "Amerika Serikat tidak boleh menjadi negara yang sangat kuat, dan kami akan melawannya," tulisnya dalam keterangan tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, dengan persetujuan dari Dewan Negara, pemerintah Negara Tirai Bambu tersebut mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 34% pada semua impor AS mulai pukul 12:01 AM (waktu setempat) pada 10 April 2025. Tindakan ini akan diterapkan sebagai tambahan terhadap tarif yang ada, serta tidak ada pengecualian yang akan diberikan.

ADVERTISEMENT

Peningkatan tarif tersebut berlaku di atas tarif saat ini dan tidak akan dikurangi atau dibatalkan berdasarkan program obligasi atau pembebasan pajak negara mana pun, kata otoritas China.

"Praktik AS ini tidak sejalan dengan aturan perdagangan internasional, sangat merugikan hak dan kepentingan sah China, dan merupakan praktik intimidasi unilateral yang khas," kata Komisi Tarif Dewan Negara China dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan tarif pembalasannya, lapor Reuters.

Harga Bitcoin

Segera setelah pengumuman tarif, pasar keuangan bereaksi cepat. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average anjlok 900 poin (2,2%), sedangkan kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga anjlok masing-masing 2,3% dan 2,6%. Bitcoin (BTC) juga sempat kembali ke level US$ 82.000.

China mengumumkan tarif tambahan sebesar 34% pada impor AS bisa semakin mengintensifkan konflik perdagangan. Kenaikan tarif berdampak negatif pada harga Bitcoin, sehingga kemungkinan harganya akan turun.

Dilaporkan, Bitcoin (BTC) sempat kembali ke US$ 82.000 akibat dampak bentrokan tarif AS-China. Pemerintah China mengumumkan keputusannya untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 34% pada impor AS.

Di pasar keuangan, kontrak berjangka indeks utama anjlok, yang membutuhkan perhatian investor. Lebih lanjut AS menyebutnya sebagai praktik intimidasi sepihak yang umum, seraya menambahkan hal itu merusak hak dan kepentingan sah China.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia