Xi Jinping Secara Tak Langsung Sebut Donald Trump “Perundung”
BEIJING, investor.id – Presiden China Xi Jinping dilaporkan mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan menyebutnya sebagai “perundung” (bully). Pemerintah China berpendapat, pengaruh Amerika Serikat yang berlebihan harus dikekang, seperti dikutip laman Weixin pada Jumat (4/4/2025).
Presiden Xi Jinping mengkritik tindakan AS baru-baru ini sebagai praktik tidak adil sepihak yang jelas-jelas melanggar norma perdagangan internasional. "Amerika Serikat tidak boleh menjadi negara yang sangat kuat, dan kami akan melawannya," tulisnya dalam keterangan tersebut.
Sebelumnya pada hari itu, dengan persetujuan dari Dewan Negara, pemerintah Negara Tirai Bambu tersebut mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 34% pada semua impor AS mulai pukul 12:01 AM (waktu setempat) pada 10 April 2025. Tindakan ini akan diterapkan sebagai tambahan terhadap tarif yang ada, serta tidak ada pengecualian yang akan diberikan.
Peningkatan tarif tersebut berlaku di atas tarif saat ini dan tidak akan dikurangi atau dibatalkan berdasarkan program obligasi atau pembebasan pajak negara mana pun, kata otoritas China.
"Praktik AS ini tidak sejalan dengan aturan perdagangan internasional, sangat merugikan hak dan kepentingan sah China, dan merupakan praktik intimidasi unilateral yang khas," kata Komisi Tarif Dewan Negara China dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan tarif pembalasannya, lapor Reuters.
Harga Bitcoin
Segera setelah pengumuman tarif, pasar keuangan bereaksi cepat. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average anjlok 900 poin (2,2%), sedangkan kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga anjlok masing-masing 2,3% dan 2,6%. Bitcoin (BTC) juga sempat kembali ke level US$ 82.000.
China mengumumkan tarif tambahan sebesar 34% pada impor AS bisa semakin mengintensifkan konflik perdagangan. Kenaikan tarif berdampak negatif pada harga Bitcoin, sehingga kemungkinan harganya akan turun.
Dilaporkan, Bitcoin (BTC) sempat kembali ke US$ 82.000 akibat dampak bentrokan tarif AS-China. Pemerintah China mengumumkan keputusannya untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 34% pada impor AS.
Di pasar keuangan, kontrak berjangka indeks utama anjlok, yang membutuhkan perhatian investor. Lebih lanjut AS menyebutnya sebagai praktik intimidasi sepihak yang umum, seraya menambahkan hal itu merusak hak dan kepentingan sah China.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






