Jumat, 15 Mei 2026

Trader Perkirakan The Fed Akan Pangkas Suku Bunga Setidaknya Empat Kali

Penulis : Grace El Dora
5 Apr 2025 | 17:35 WIB
BAGIKAN
Gedung The Federal Reserve (The Fed) terlihat di Washington, AS pada 26 Januari 2022. (Foto: REUTERS/Joshua Roberts)
Gedung The Federal Reserve (The Fed) terlihat di Washington, AS pada 26 Januari 2022. (Foto: REUTERS/Joshua Roberts)

WASHINGTON, investor.id – Trader di Amerika Serikat (AS) sekarang bertaruh The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga setidaknya empat kali tahun ini. Adapun pasar sedang khawatir tarif Trump, yaitu bea masuk impor yang diterapkan Presiden AS Donald Trump dapat menjerumuskan negara itu ke dalam resesi.

Peluang pengurangan lima perempat poin persentase yang akan terjadi tahun ini melonjak menjadi 37,9%, naik dari 18,3% sehari sebelumnya, menurut data dari CME Group pada Jumat (4/4/2025) pagi waktu setempat. Itu akan menempatkan suku bunga dana federal pada level 3,00% hingga 3,25%, turun dari 4,25% hingga 4,50% sejak Desember 2024.

Pasar juga memperkirakan peluang sekitar 32% suku bunga dana federal (FFR) akan turun menjadi 3,25% hingga 3,50%, yang berarti empat kali pemotongan seperempat poin atau 25 basis poin (bps) dari The Fed.

ADVERTISEMENT

Pada saat yang sama, kemungkinan pemangkasan setengah poin persentase atau 50 bps pada Juni 2025 juga meningkat menjadi 43,8% dari 15,9% sebelumnya.

Peluang tersirat meningkat bahwa bank sentral AS itu akan memangkas secara agresif, setelah tarif Trump menimbulkan kekhawatiran akan perang dagang global dan merugikan perkiraan ekonom untuk pertumbuhan dan inflasi. Investor memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat memacu The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam upaya untuk menghindari resesi.

Namun, banyak yang khawatir The Fed akan menghadapi jalan yang sulit di depannya. Pasalnya, bank sentral harus memangkas suku bunga dalam lingkungan di mana inflasi belum turun ke target 2%. Jika diterapkan, tarif Trump diharapkan akan mendorong inflasi inti di atas 3% bahkan mungkin setinggi 5% menurut beberapa perkiraan.

Seperti dikutip CNBC internasional pada Jumat, ekonom dan mantan wakil ketua The Fed Roger W. Ferguson mengatakan bank sentral mungkin tidak akan memangkas sama sekali tahun ini. Menurutnya, The Fed harus mengkhawatirkan inflasi sebagai bagian dari mandatnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia