Jumat, 15 Mei 2026

Jumlah Korban Gempa Myanmar Terus Bertambah dan Ratusan Masih Hilang

Penulis : Grace El Dora
5 Apr 2025 | 18:37 WIB
BAGIKAN
Sebanyak 220 orang masih hilang di Myanmar yang dilanda gempa. (Foto: Reuters)
Sebanyak 220 orang masih hilang di Myanmar yang dilanda gempa. (Foto: Reuters)

YANGON, investor.id – Jumlah korban tewas akibat gempa besar di Myanmar telah meningkat di atas 3.300 jiwa dan ratusan orang masih hilang, kata media pemerintah pada Sabtu (5/4/2025). Sementara itu AFP melaporkan kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyerukan kepada dunia untuk membantu negara yang dilanda bencana tersebut.

Gempa Myanmar yang terjadi pada 28 Maret 2025 meratakan bangunan dan menghancurkan infrastruktur di seluruh negeri, mengakibatkan 3.354 kematian dan 4.508 orang terluka. Laporan menyebutkan 220 orang masih dinyatakan hilang, menurut angka baru yang diterbitkan oleh media pemerintah.

Lebih dari satu minggu setelah bencana tersebut, banyak orang di negara itu masih tidak memiliki tempat berlindung. Sebagian orang masih terpaksa tidur di luar rumah, karena rumah mereka hancur atau mereka khawatir akan keruntuhan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

PBB memperkirakan lebih dari tiga juta orang mungkin telah terkena dampak gempa berkekuatan Magnitudo 7,7, sehingga memperburuk tantangan sebelumnya yang disebabkan oleh perang saudara selama empat tahun.

Pejabat tinggi bantuan PBB pada Sabtu bertemu dengan para korban di Mandalay, Myanmar bagian tengah. Kota ini terletak dekat dengan episentrum dan sekarang bergulat dengan kerusakan parah di seluruh kota.

"Kehancurannya mengejutkan. Dunia harus bersatu di belakang rakyat Myanmar," tulis Tom Fletcher dalam sebuah unggahan di platforn media sosial X seperti dikutip AFP, Sabtu.

Penghitungan baru diumumkan setelah kepala junta militer negara itu Min Aung Hlaing kembali dari perjalanan luar negeri yang jarang terjadi ke sebuah pertemuan puncak regional di Bangkok pada Jumat (4/4/2025). Min Aung Hlaing bertemu dengan para pemimpin negara, termasuk perdana menteri (PM) Thailand dan India.

Kehadiran sang jenderal di pertemuan puncak itu menimbulkan kontroversi. Para pengunjuk rasa di tempat tersebut memajang spanduk yang menyebutnya sebagai "pembunuh" dan kelompok anti-junta mengecam keterlibatannya.

Baca Juga:

 

Angkatan bersenjatanya telah memerintah Myanmar sejak kudeta 2021, ketika mereka merebut kekuasaan dari pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi. Situasi itu memicu konflik multipihak yang belum terselesaikan.

Junta dilaporkan telah melancarkan puluhan serangan sejak gempa bumi, termasuk sedikitnya 16 serangan sejak gencatan senjata sementara diumumkan pada hari Rabu, kata PBB pada Jumat.

Pertempuran selama bertahun-tahun telah membuat ekonomi dan infrastruktur Myanmar hancur berantakan. Situasi ini pun secara signifikan menghambat upaya internasional untuk memberikan bantuan sejak bencana gempa Myanmar.

China, Rusia, dan India termasuk di antara negara-negara pertama yang memberikan dukungan dengan mengirimkan tim penyelamat ke Myanmar untuk membantu menemukan korban selamat.

Amerika Serikat (AS) secara tradisional berada di garis depan bantuan bencana internasional, tetapi Presiden AS Donald Trump telah membubarkan badan bantuan kemanusiaan negara itu. Pemerintah AS mengatakan pihaknya akan menambahkan US$ 7 juta di atas bantuan sebelumnya sebesar US$ 2 juta untuk Myanmar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia