Jumat, 15 Mei 2026

Trump Minta Gubernur The Fed Jerome Powell Pangkas Suku Bunga AS

Penulis : Grace El Dora
5 Apr 2025 | 23:07 WIB
BAGIKAN
Foto kompilasi Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: kompilasi Reuters)
Foto kompilasi Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: kompilasi Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada meminta Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell untuk memangkas suku bunga AS. Bahkan ketika tarif Trump mengguncang pasar dan menimbulkan kekhawatiran akan rebound inflasi, Trump mengatakan agar Powell berhenti berpolitik.

"Ini akan menjadi waktu yang TEPAT bagi Ketua Fed Jerome Powell untuk memangkas Suku Bunga. Dia selalu 'terlambat', tetapi dia sekarang dapat mengubah citranya, dan dengan cepat," ucap Trump seperti dikutip sebuah unggahan di media sosialnya, Truth Social, Sabtu (5/4/2025).

"Harga energi turun, Suku Bunga turun, Inflasi turun, bahkan Telur turun 69%, dan Pekerjaan NAIK, semuanya dalam waktu dua bulan - KEMENANGAN BESAR bagi Amerika. POTONG SUKU BUNGA, JEROME, DAN HENTIKAN BERPOLITIK!" tulisnya.

ADVERTISEMENT

Unggahan Trump muncul ketika pasar ekuitas global mengalami aksi jual tajam. Kebijakan tarif Trump yang diluncurkan pada Rabu (2/4/2025), telah menimbulkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Kebijakan perdagangan baru tersebut mungkin juga menjadi penghalang yang membuat bank sentral AS tidak melakukan pemangkasan. Bank sentral telah menghentikan pemangkasan suku bunganya dalam beberapa pertemuan terakhir, sebagian karena kemajuan dalam mengurangi inflasi tampaknya telah mencapai titik puncaknya.

Tarif baru tersebut dapat menyebabkan kenaikan harga yang meluas, setidaknya untuk sementara, yang selanjutnya memperumit gambaran inflasi.

The Fed berada dalam posisi yang baik untuk menunggu kejelasan yang lebih besar sebelum membuat perubahan seperti pemangkasan suku bunga, kata Powell, Jumat (4/4/2024). Ia juga mengatakan tarif yang diumumkan jauh lebih besar dari yang diharapkan.

Suku bunga berbasis pasar telah turun tajam minggu ini, dengan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS alias US Treasury tenor 10 tahun sekarang di bawah 4%. Imbal hasil Treasury sering turun ketika investor khawatir tentang potensi resesi.

Pergerakan di pasar berjangka dana federal menyiratkan para trader sekarang mengharapkan setidaknya empat kali pemotongan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase dari bank sentral tahun ini, menurut alat FedWatch CME. Pada pertemuan bulan lalu, para bankir sentral hanya memroyeksikan dua kali penurunan suku bunga.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia