Jumat, 15 Mei 2026

Ukraina Kembali Diterpa Serangan Rusia

Penulis : Grace El Dora
7 Apr 2025 | 17:05 WIB
BAGIKAN
Gedung perkantoran rusak akibat serangan rudal Rusia di tengah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu (6/4/2025). (Foto: Reuters)
Gedung perkantoran rusak akibat serangan rudal Rusia di tengah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu (6/4/2025). (Foto: Reuters)

KYIV, investor.id – Ukraina kembali diterpa serangan Rusia. Serangan rudal terlihat di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu (7/4/2025) dini hari waktu setempat. Serangan Rusia melukai sedikitnya tiga orang dan menyebabkan beberapa kebakaran, kata wali kota kota itu.

Dua hari sebelumnya, serangan Rusia telah menewaskan 18 orang di kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Vitali Klitschko mengatakan paramedis telah dikirim ke dua distrik di Kyiv, sementara angkatan udara Ukraina mengatakan rudal telah memasuki wilayah Chernihiv utara.

ADVERTISEMENT

"Ledakan di ibu kota. Pertahanan udara sedang beroperasi. Serangan rudal di Kyiv terus berlanjut. Tetaplah di tempat perlindungan!" ucap Klitschko di aplikasi perpesanan Telegram seperti dikutip AFP, Senin (7/4/2025).

Sejauh ini tiga orang terluka, katanya, sementara kebakaran terjadi di bangunan bukan perumahan dan delapan mobil rusak.

Serangan itu terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong gencatan senjata parsial antara Rusia dan Ukraina, lebih dari tiga tahun setelah invasi besar-besaran Rusia. Kini, Trump berupaya mencairkan hubungan dengan Kremlin.

Militer Polandia mengatakan, pasukannya dan sekutu telah mengudara dengan sistem pertahanan udara berbasis darat dalam keadaan siaga tinggi. Ini merupakan tanggapan atas serangan Rusia di perbatasan Ukraina barat.

"Karena aktivitas intensif penerbangan jarak jauh Federasi Rusia, yang melakukan serangan terhadap objek yang terletak, antara lain di Ukraina barat, operasi penerbangan Polandia, dan sekutu di wilayah udara kami telah dimulai. Langkah-langkah yang diambil ditujukan untuk memastikan keamanan di wilayah yang berbatasan dengan wilayah yang terancam," jelas komando operasional di platform media sosial X.

Ukraina Kembali Diterpa Serangan Rusia
Warga berlindung di dalam stasiun metro selama serangan militer Rusia di tengah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina pada Minggu (6/4/2025). (Foto: Reuters)

Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu mengatakan unit pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan 11 pesawat nirawak (drone) Ukraina.

Pada Sabtu (5/4/2025), Zelensky mengecam kedutaan AS atas apa yang disebutnya sebagai pernyataan "lemah" yang tidak menyalahkan Rusia atas serangan rudal mematikan di kota asalnya di Kryvyi Rig.

Rudal Rusia menghantam daerah permukiman dekat taman bermain anak-anak di kota Ukraina bagian tengah.

Dalam pernyataan emosional di media sosial, Zelensky menyebutkan nama masing-masing dari sembilan anak yang tewas dalam serangan itu. Pemimpin Ukraina itu menuduh kedutaan AS menghindari menyebut Rusia sebagai agresor.

Zelensky mengatakan anak-anak yang tewas dalam serangan itu berusia antara tiga hingga 17 tahun.

"Sayangnya, reaksi kedutaan Amerika sangat mengejutkan: negara yang kuat, rakyat yang kuat -- dan reaksi yang lemah. Mereka bahkan takut mengatakan kata 'Rusia' saat berbicara tentang rudal yang menewaskan anak-anak," tulis Zelensky.

Presiden Ukraina itu mengkritik Duta Besar AS Bridget Brink setelah ia mengunggah pesan di X pada Jumat (4/4/2025).

"Mengerikan malam ini sebuah rudal balistik menghantam dekat taman bermain dan restoran. Adalah salah dan berbahaya untuk tetap diam tentang fakta Rusia yang membunuh anak-anak dengan rudal balistik,” kata Zelensky dalam pidatonya malam itu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia